PENGARUH VOLUME STARTER DARI AKLIMATASI KULTUR CAMPURAN BAKTERI TERHADAP MASSA TOTAL MIKROBA SEBAGAI AGEN PEMBENTUKAN SOYSAUCE
DOI:
https://doi.org/10.36499/jim.v5i1.135Abstract
Pada proses pembuatan tahu akan dihasilkan ampas tahu dan whey tahu yang berasal dari sisa air penggumpalan susu kedelai. Sisa air pembuatan tahu biasanya dibuang langsung ke lingkungan, sehingga dapat menyebabkan terjadinya pencemaran karena terjadinya penguraian bahan- bahan organik yang terkandung di dalamnya oleh mikroorganisme. Jika ditinjau dari komposisi kimianya, whey tahu selain mengandung protein juga mengandung lesitin dan oligosakarida sehingga whey tahu mempunyai prospek untuk dimanfaatkan sebagai media pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan mencari volume larutan starter optimal yang diperoleh melalui aklimatasi kultur campuran bakteri untuk digunakan dalam fermentasi whey tahu. Proses aklimatasi diawali dengan pembuatan starter dimana media tumbuh air kelapa dan whey tahu dicampur dengan kecambah kacang hijau, kacang tolo, kacang kedelai sebagai faktor tumbuh dan pupuk ZA, KCl phospat sebagai nutrien, kemudian bakteri dimasukkan ke dalam media tersebut. Larutan starter diinkubasi selama 24 jam dengan mengukur pH dan % transmitansi setiap 3 jam. Starter yang optimal digunakan untuk fermentasi whey tahu dalam berbagai variasi volume dengan volume larutan induk 500 mL. Dari hasil percobaan diketahui bahwa kultur campuran bakteri dapat beradaptasi pada kondisi mesofilik dengan starter optimal diperoleh pada nutrien ZA 2,2% w; KCl 0,6% ; Phospat1,6% w dan volume starter optimal dalam fermentasi whey tahu diperoleh pada 8% v starter. Kata kunci : whey tahu, fermentasi, starter, aklimatasi, optimalisasiDownloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
The journal allow the authors to hold the copyright without restrictions and allow the authors to retain publishing rights without restrictions.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







