Main Article Content
Abstract
Energi alternatif terbarukan dapat digunakan sebagai solusi untuk mengatasi ketersediaan energi yang semakin menipis. Contohnya yaitu energi biomassa karena mudah didapatkan, ketersediannya melimpah, serta sebagai bentuk pemanfaatan limbah yang bernilai ekonomis. Briket adalah alternatif bahan bakar padat dari bahan organik. Contoh biomassa yang berpotensi dalam pembuatan briket adalah limbah kayu, sekam padi, jerami, ampas tebu, tempurung kelapa, dan kotoran ternak. Karena briket dari bahan tersebut memiliki nilai kalor yang relatif masih cukup besar. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, briket campuran ampas tebu dan sekam padi menggunakan karbonisasi secara konvensional dengan variasi massa bahan baku ampas tebu:sekam padi yaitu 2:3, 2,5:2,5, 3:2 dan bahan perekat 1 gram dengan 17 ml, memenuhi standar kualitas briket berdasarkan SNI 01-6235-2000 maupun PERMEN No. 047 Tahun 2006. Tetapi untuk kadar abu, kadar zat terbang, dan kadar karbon terikat tidak memenuhi standar kualitas briket. Hal ini dikarenakan proses karbonisasi secara konvensional memberikan hasil analisis kadar abu yang tinggi dibandingan dengan karbonisasi pada suhu 500oC serta dipengaruhi oleh bahan baku dan jumlah bahan perekat yang digunakan. Briket terbaik menggunakan komposisi bahan 2:3 dengan nilai kadar air 8,31%, kadar abu 30,41%, kadar zat terbang 37,10%, kadar karbon terikat 32,49%, dan nilai kalor 6844,396 cal/gram.
Kata kunci: ampas tebu, briket, energi alternatif, karbonisasi secara konvensional, sekam padi.
Kata kunci: ampas tebu, briket, energi alternatif, karbonisasi secara konvensional, sekam padi.