Main Article Content

Abstract

Kebutuhan energi di Indonesia semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk yang meningkat setiap tahunnya. Akibatnya cadangan energi semakin menipis terutama cadangan energi fosil. Dengan ini perlu adanya inovasi pemanfaatan limbah yang ada sebagai bahan bakar alternatif dan efisien. Pemanfaatn ini dapat dilakukan dengan cara dikonversi dalam bentuk padatan berupa briket.. Pada penelitian ini bahan yang digunakan adalah campuran dari ampas tebu dan sekam padi, dengan bahan perekat tepung tapioka, dan saringan 60 mesh. Perbandingan campuran bahan yang digunakan ampas tebu dan sekam padi adalah (1:6 , 1,5:5,5 ,dan 2:5) gram. Metode yang digunakan pada pembuatan briket dari campuran ampas tebu dan sekam padi adalah metode karbonisasi pada suhu 300oC. Karbonisasi ampas tebu dilakukn selama 30 menit sementara karbonisasi sekam pado dilakukan selama 1 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik briket yang dihasilkan, meliputi kadar air, zat terbang, kadar abu, kadar karbon terikat, dan nilai kalor. Hasil pengujian menunjukkan kadar air, zat terbang, kadar abu dan kadar karbon terikat belum memenuhi Standar Mutu Briket Indonesia (SNI 01-6235-2000). Sedangkan nilai kalor pada briket sudah memenuhi standar SNI, Jepang, dan USA diperoleh nilai kalor 6324,006 kal/gr, 5958,284 kal/gr, dan 5023,606 kal/gr.

Kata kunci: ampas tebu, briket, furnace, sekam padi

Article Details