Main Article Content
Abstract
Artikel ini mengkaji relasi antara “tahu” dan “pengetahuan” serta bagaimana logika dan bahasa berfungsi sebagai jembatan dari tindakan tahu menuju pengetahuan yang sahih. Dengan menelaah prinsip-prinsip logika, hakikat bahasa, serta dasar berpikir berupa keyakinan dan kepastian, tulisan ini menegaskan pentingnya hukum realitas sebagai rambu dalam berpikir. Melalui pendekatan filosofis, artikel ini berupaya menunjukkan bahwa berpikir objektif hanya mungkin terjadi jika akal budi tunduk pada hukum realitas dan memperlakukan bahasa sebagai penjelmaan sekaligus penggerak berpikir.