REDESIGN WEBSITE LPPM ITK USING METODE DESIGN THINKING
REDESIGN WEBSITE LPPM ITK MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING
DOI:
https://doi.org/10.36499/psnst.v15i1.14872Abstract
Perkembangan teknologi informasi menuntut lembaga pendidikan untuk menyediakan akses informasi yang transparan, akurat, dan mampu merepresentasikan perkembangan institusi. LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) sebagai lembaga di perguruan tinggi yang bertugas mengelola dan mengoordinasikan kegiatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen. Sebagai pusat informasi dan sarana komunikasi, LPPM memerlukan media informasi yang mampu menunjukkan perkembangan kinerja lembaga serta merepresentasikan kuantitas dan kualitas riset yang dihasilkan. Namun, website LPPM ITK yang dibangun sejak tahun 2020 tidak lagi relevan dengan visi yang dimiliki. Website belum mampu menampilkan transparansi data riset dan pengabdian secara memadai, tidak memperlihatkan pertumbuhan kinerja riset secara informatif, dan masih menyulitkan pengguna dalam menemukan informasi maupun mengakses data riset dari setiap skema. Permasalahan lain juga ditemukan yakni proses administrasi di LPPM yang masih dilakukan melalui berbagai media yang tidak terpusat, sehingga menghambat efisiensi kerja Ketidaksesuaian ini menimbulkan kesenjangan antara kebutuhan strategis lembaga dan kondisi aktual website, sehingga diperlukan perancangan ulang UI/UX untuk memastikan website mampu berfungsi sebagai media pendukung kolaborasi, transparansi, dan representasi perkembangan institusi. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini berfokus pada redesign UI/UX website LPPM menggunakan metode design thinking karena orientasinya pada pengguna dan kemampuannya mendorong inovasi melalui mekanisme prototyping. Lima tahap design thinking yakni empathize, define, ideate, prototype, dan test diterapkan untuk merumuskan solusi yang relevan dengan kebutuhan pengguna dan tujuan lembaga. Penelitian menghasilkan serangkaian solusi desain yang mencakup peningkatan tampilan antarmuka, penyajian transparansi data riset dan pengabdian, pengembangan fitur administratif, serta optimalisasi fungsi yang sudah ada untuk memperkuat peran website sebagai media pendukung kerja sama, inovasi, dan publikasi kinerja riset. Indikator keberhasilan ditentukan melalui evaluasi desain menggunakan metode System Usability Scale (SUS) oleh 10 responden dari pihak LPPM dan pengguna utama lainnya yakni dosen. Evaluasi memperoleh skor rata-rata 88 yang termasuk kategori excellent yang menunjukkan bahwa redesign UI/UX yang dilakukan berhasil meningkatkan kegunaan website dan relevansinya terhadap kebutuhan bisnis LPPM.
Kata kunci: Design Thinking, LPPM, SUS, UI/UX, Website