Main Article Content

Abstract

Refrigeran sintetik saat ini masih banyak digunakan untuk fluida kerja mesin pendingin. Pemanasan global merupakan salah satu dampak negatif dari penggunaan refrigeran sintetik. Salah  satu alternatif yang dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut adalah dengan menggunakan refrigeran alami. Sebagai contoh penggunaan hidrokarbon, propana dan isobutane sebagai pengganti CFC-12, sedangkan pengganti HCFC 22 adalah jenis propana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pengaruh penggantian refrigeran sintetis dengan refrigeran alami, metode yang digunakan yaitu melalui percobaan secara eksperimental pada sebuah air conditioner (AC) dengan cara, mengganti refrigeran R22 dengan R 290. Selain itu, variabel lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah temperatur dan kelembapan udara lingkungan. Temperatur  udara lingkungan diatur pada keadaan 28°,30°C,dan 38°C. Dari hasil penelitian didapatkan coefficient of performance (COP) akan semakin turun seiring dengan peningkatan temperatur lingkungan.

Article Details

How to Cite
Pujianto, M. E., Subri, M., & Amin, M. (2021). Uji Eksperimental Pengaruh Temperatur Lingkungan Terhadap Kinerja Mesin Pendingin Refrigeran Hidrokarbon. Jurnal Ilmiah Momentum, 17(2), 89–92. https://doi.org/10.36499/jim.v17i2.5307

References

  1. Refrigerant Data Summary. Engineered systems. https://elibrary.ru/item.asp?id=4320825
  2. Powell, R. L. (2002). CFC phase-out: Have we met the challenge? Journal of Fluorine Chemistry, 114(2), 237–250. https://doi.org/10.1016/S0022-1139(02)00030-1
  3. Pramudantoro, T. P. (2017). Pengaruh Variasi Massa Pengisian R290 Sebagai Refrigeran Pengganti R22 Pada Kinerja Freezer. ReTII. https://journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/652
  4. Tanaka, I. R., Fajar, B., Utomo, T. S., & Yohana, E. (2018). Experimental Study Performance R-22 AC Split Retrofitted With Propane. 02021, 1–6.