Main Article Content
Abstract
Abstract
Modernisasi dan dinamika kehidupan perkotaan telah berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan mental dan spiritual dalam masyarakat. Pendekatan kesehatan mental konvensional cenderung menekankan aspek medis dan psikologis, sementara dimensi spiritual seringkali kurang mendapat perhatian. Bagi komunitas Muslim, however, spiritualitas memainkan peran krusial dalam menumbuhkan kedamaian batin dan ketahanan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi terapi Al-Qur’an dalam perkembangan mental dan spiritual masyarakat melalui praktik ruqyah syar‘iyyah yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (PC JRA) Kota Semarang. Dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan praktisi ruqyah dan anggota komunitas yang mengikuti terapi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, didukung oleh teknik triangulasi untuk memastikan validitas data. Temuan menunjukkan bahwa integrasi terapi Al-Qur’an berkontribusi positif terhadap kesejahteraan mental dan spiritual peserta, sebagaimana tercermin dalam peningkatan ketenangan batin, stabilitas emosional, dan penguatan spiritualitas. Selain itu, terapi Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai metode penyembuhan tetapi juga sebagai sarana bimbingan agama dan penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama‘ah. Studi ini menyoroti potensi terapi Al-Qur’an sebagai pendekatan komplementer dalam pengembangan mental dan spiritual berbasis komunitas di kalangan masyarakat Muslim.
Keywords : Terapi Al-Qur'an, Pengembangan Mental dan Spiritual, Ruqyah Syar'i, Ahlussunnah Wal Jama'ah, Bimbingan Masyarakat
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
