Main Article Content
Abstract
Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi peserta didik yang tumbuh dalam lingkungan digital, terutama terkait derasnya arus informasi tak terverifikasi, penyebaran konten negatif, dan degradasi nilai moral. Artikel ini mengkaji peran strategis kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai wahana penguatan literasi digital sekaligus pembentukan karakter Islami bagi peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran kurikulum PAI dalam membentuk literasi digital dan karakter Islami peserta didik, serta mengkaji urgensi integrasi keduanya dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan analisis isi terhadap literatur ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan kurikulum nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti tabayun, amanah, dan mas'uliyyah memiliki relevansi tinggi dengan kompetensi literasi digital, namun kurikulum formal, baik Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka, belum secara eksplisit mengakomodasi capaian pembelajaran literasi digital berbasis nilai Islam sehingga peran guru PAI masih bersifat inisiatif individual dan belum sistematis. Disimpulkan bahwa rekonstruksi kurikulum PAI secara eksplisit, didukung penguatan kompetensi guru serta sinergi sekolah dan keluarga, menjadi kebutuhan mendesak untuk membentuk generasi yang cerdas secara teknologi sekaligus berakhlak mulia di era digital.
