Main Article Content

Abstract

 


Abstrak


Kurikulum Merdeka menuntut guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk tidak sekadar menjalankan kurikulum yang sudah jadi, melainkan ikut merancang desain kurikulum tingkat satuan pendidikan dan modul ajar yang kontekstual serta sesuai karakteristik peserta didik. Artikel ini bertujuan mengkaji prinsip, tahapan, dan tantangan pengembangan desain kurikulum dan modul ajar PAI yang inovatif dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) dengan menelaah artikel jurnal, regulasi, dan dokumen kebijakan terkait Kurikulum Merdeka dan pembelajaran PAI yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui reduksi, kategorisasi, dan sintesis temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan modul ajar PAI yang efektif memerlukan keselarasan antara Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, dan Alur Tujuan Pembelajaran dengan kebutuhan, latar belakang sosial-budaya, dan tingkat kesiapan belajar peserta didik, serta pengintegrasian pembelajaran berdiferensiasi, projek profil pelajar Pancasila, dan asesmen autentik. Model pengembangan sistematis seperti ADDIE dan pendekatan Understanding by Design (UbD) terbukti relevan digunakan guru PAI untuk merancang modul yang inovatif dan kontekstual. Namun demikian, kesiapan guru dalam memahami filosofi Kurikulum Merdeka, keterbatasan waktu, serta minimnya pendampingan teknis masih menjadi kendala utama. Artikel ini merekomendasikan penguatan pelatihan berkelanjutan, kolaborasi guru dalam komunitas belajar, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai strategi mempercepat transformasi desain kurikulum dan modul ajar PAI yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.


Kata Kunci: desain kurikulum; modul ajar; Pendidikan Agama Islam; Kurikulum Merdeka; pembelajaran berdiferensiasi

Article Details