Main Article Content
Abstract
Abstrak: Akselerasi teknologi digital di era pasca-reformasi membawa tantangan besar terhadap moralitas remaja, berupa maraknya perundungan siber (cyberbullying), judi online, dan dekadensi moral. Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Kurikulum Merdeka dituntut tidak hanya mengajarkan aspek teoretis, tetapi juga mengintegrasikan literasi digital guna menyaring dampak negatif teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi literasi digital dalam kurikulum PAI sebagai instrumen pembentukan karakter Profil Pelajar Pancasila yang selaras dengan nilai-nilai keislaman di Sekolah Menengah. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan dari artikel jurnal bereputasi sepuluh tahun terakhir dan dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dalam PAI dapat diimplementasikan melalui rekonstruksi modul ajar, pemanfaatan media digital berbasis nilai akhlaqul karimah, dan internalisasi nilai Profil Pelajar Pancasila (khususnya dimensi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia) dalam aktivitas digital siswa. Kesimpulannya, sinergi literasi digital dan kurikulum PAI menciptakan tameng konseptual dan praktis bagi siswa dalam bermedia sosial secara bijak dan islami.
Kata Kunci: Kurikulum PAI, Literasi Digital, Profil Pelajar Pancasila, Karakter Islami.
