Main Article Content
Abstract
Perkembangan pesat teknologi digital telah secara fundamental mengubah lanskap ancaman negara, menempatkan keamanan siber dan ketahanan nasional dalam hubungan yang tidak terpisahkan. Kajian literatur ini menganalisis sinergi krusial antara literasi digital (soft power) dan keamanan siber sebagai fondasi terintegrasi untuk Ketahanan Nasional Indonesia. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sintesis kritis terhadap 20 artikel jurnal ilmiah terbaru (2022 - 2025). Hasilnya didapatkan bahwa ketahanan Nasional Indonesia di era digital dapat dicapai melalui model Resiliensi Siber Hibrida yang menekankan integrasi formal dua pilar utama. Keamanan siber model ini menyediakan kerangka teknis, regulasi, dan doktrinal. Literasi digital berfungsi sebagai benteng kognitif yang vital untuk memitigasi risiko akibat faktor manusia, khususnya dalam menghadapi ancaman nirmiliter seperti hoaks dan judi online yang merusak Pancagatra. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah ketiadaan doktrin siber yang komprehensif serta rendahnya kapabilitas kognitif di masyarakat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penguatan Ketahanan Nasional menuntut pergeseran paradigma dari pendekatan yang berpusat pada negara (state centered) menjadi integrasi yang berpusat pada rakyat (people centered), melalui pelaksanaan program literasi digital yang masif, terstruktur, dan diselaraskan secara doktrinal dengan strategi keamanan siber nasional.
Kata Kunci : Ketahanan Nasional, Keamanan Siber, Literasi Digital, Ancaman Non Militer, Ketahanan Hybrid