Main Article Content
Abstract
Kecanduan gim daring (online game) di kalangan peserta didik telah berkembang menjadi persoalan yang tidak lagi sekadar berdampak pada prestasi akademik, tetapi juga memicu krisis pendidikan karakter berupa lemahnya kontrol diri, tanggung jawab, dan etika sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis akar penyebab dan dampak kecanduan gim daring terhadap karakter peserta didik, mengevaluasi keterbatasan pendekatan penanganan konvensional yang bersifat represif, serta merumuskan urgensi pengembangan game edukatif berbasis nilai-nilai Islam sebagai strategi mitigasi yang lebih strategis. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur (library research) terhadap publikasi ilmiah nasional dan internasional periode 2009–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecanduan gim daring berkorelasi dengan menurunnya keterampilan sosial, disiplin diri, dan capaian belajar peserta didik, dengan faktor pendorong utama berupa pengaruh lingkungan sosial dan kecenderungan pelarian diri (escapism). Sementara itu, sejumlah preseden pengembangan game edukatif berbasis nilai Islam dan kearifan lokal di Indonesia telah menunjukkan hasil yang menjanjikan, namun sebagian besar masih dirancang sebagai media pembelajaran kelas berskala kecil, bukan sebagai produk kompetitif yang secara sengaja dirancang untuk mengalihkan atensi peserta didik dari gim daring konvensional. Artikel ini merumuskan kerangka konseptual pengembangan game edukatif Islami yang memadukan mekanika permainan yang menarik dengan tiga dimensi pembentukan karakter—moral knowing, moral feeling, dan moral action—sebagai arah strategis penanganan kecanduan gim daring yang lebih proaktif dibandingkan pendekatan pelarangan semata.
Kata Kunci: kecanduan game online, krisis pendidikan karakter, game edukatif, nilai-nilai Islam, mitigasi kecanduan digital