Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan chatbot berbasis kecerdasan buatan, yaitu ChatGPT, sebagai media konsultasi keagamaan di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah. Studi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan siswa untuk memperoleh jawaban keagamaan secara personal, cepat, dan tanpa rasa takut bertanya, terutama dalam konteks pendidikan Islam di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus eksploratif yang melibatkan 26 siswa kelas V dan VI di salah satu madrasah Negeri di Kabupaten Sinjai. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi interaksi siswa dengan chatbot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasa puas terhadap penggunaan ChatGPT sebagai mitra konsultasi keagamaan. Sebanyak 40% pertanyaan siswa berkaitan dengan ibadah, disusul oleh akhlak (27%), kisah nabi (19%), dan isu sehari-hari (14%). Sebanyak 82% jawaban chatbot dinilai relevan dengan prinsip dasar ajaran Islam yang diajarkan di madrasah. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan chatbot dapat memperkuat literasi keagamaan siswa serta meningkatkan minat mereka dalam memahami ajaran Islam, selama penggunaannya diarahkan dan diawasi oleh guru. Penelitian ini membuka peluang baru dalam integrasi teknologi dan pendidikan agama yang lebih kontekstual, personal, dan memberdayakan.


Kata kunci: Chatbot; ChatGPT; Konsultasi keagamaan; Madrasah Ibtidaiyah; Teknologi pendidikan.)

Article Details