Main Article Content
Abstract
Pemenuhan kebutuhan garam industri di Indonesia masih ditunjang dengan impor dari negara lain. Hal tersebut dikarenakan garam lokal di Indonesia belum memenuhi standart yang dibutuhkan industri. Menurut SNI garam industri harus memiliki kadar NaCl minimal 97%. Sedangkan garam rakyat yang dihasilkan oleh penduduk lokal memiliki kadar NaCl sebesar 90,10% dengan impurities Ca2+ sebesar 0,22% . Dalam penelitian ini pemurnian garam rakyat untuk dijadikan garam industri dilakukan dengan cara penambahan Na2CO3 dengan variable konsentrasi berlebih sebesar 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Penambahan Na2CO3 ini bertujuan untuk mengikat impurities Ca2+ yang terkandung dalam garam rakyat. Sebelum dilakukan penambahan Na2CO3, garam rakyat melalui proses pencucian terlebih dahulu secara hidroekstraksi batch dengan variabel waktu ekstraksi 20, 25, 30, 35 dan 40 menit menggunakan larutan brine. Pencucian garam rakyat secara hidroekstraksi batch ini bertujuan untuk menghilangkan pengotor yang terkandung pada permukaan kristal garam rakyat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengubah garam rakyat menjadi garam industri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar garam tertinggi diperoleh sebesar 99,08 dengan kadar impurities Ca2+ sebesar 0,0001%.