Main Article Content
Abstract
Surfaktan adalah senyawa yang digunakan dalam industri untuk meningkatkan sifat penyebaran atau pembasahan dengan menurunkan tegangan muka. Penelitian ini memanfaatkan jerami padi sebagai bahan baku untuk membuat surfaktan natrium lignosulfonat, karena jerami padi mengandung lignin sebesar 10-25% dan bahan baku yang murah, yang dapat memberikan nilai ekonomi yang cukup tinggi serta mengurangi pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi larutan pemasak NaHSO3 dan waktu pemasakan terhadap pembuatan surfaktan, menemukan kondisi optimal konsentrasi NaHSO3 dan waktu pemasakan, dan mengevaluasi kualitas surfaktan yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan reaktor labu leher tiga dengan variasi rasio konsentrasi larutan pemasak NaHSO3 (40%, 50%, 60%, 70%) dan waktu pemasakan (60 menit, 90 menit, 120 menit, dan 150 menit) pada suhu 900C, pH 4, ukuran jerami padi >170 mesh dan kecepatan pengadukan 80 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaHSO3 dan waktu pemasakan mempengaruhi kadar natrium lignosulfonat dalam surfaktan. Surfaktan natrium lignosulfonat yang memiliki karakteristik yang sesuai dengan standar surfaktan alkyl benzene sulfonat yang dijual dipasaran didapatkan pada pemasakan selama 150 menit dan konsentrasi larutan NaHSO3 70%, dengan kriteria berbau sulfur keasamn, warna kuning kecoklatan, pH 5, dan larut sempurna dalam air. Semakin lama waktu pemasakan dan semakin tinggi konsentrasi larutan NaHSO3, maka semakin tinggi kadar natrium lignosulfonat yang dihasilkan. Berdasarkan analisa dengan spektrofotometer, didapatkan kadar natrium surfaktan lignosulfonat maksimum yaitu 47,9192 ppm dengan absorbansi 1,25184 nm.
Kata kunci: jerami padi, lignin, sulfonasi, surfaktan Natrium Lignosulfonat