Main Article Content

Abstract

Injeksi kimia menggunakan Polymer diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pendesakan dan efisiensi penyapuan yang baik sehingga perolehan minyaknya dapat meningkat setelah dilakukan water flooding dari jumlah cadangan minyak mula mula (OOIP) di reservoir. Pada penelitian ini akan melakukan tahapan pembuatan polimer yang bersifat higroskopis yang tahan terhadap pada kondisi EOR. Polimer kali ini dibuat dengan menggunakan Glycidyl Methacrylate (GMA) sebagai monomer, Polyetylene Glycol Dimethacrylate (PEGDMA) sebagai croslinker dan pelarut alkohol group sebagai porogen serta trimethylamine dan arginine sebagai pembentuk gugus aktif. Polimer ini diharapkan polimer yang mempunyai fungsional amine dan hidroksil dan bersifat polimer organik sintetik. Adapun skenario variasi konsentrasi polimer sebesar 10 ppm, 20 ppm, dan 50 ppm, serta untuk variasi salinitas sebesar 1000 dan 10.000 ppm. Sedangkan untuk konsentrasi trimetylaminenya sebesar 0.5 % dan 1 %. Pada keadaaan ini, diperoleh kondisi optimum pada konsentrasi polimer 50 ppm dengan Trimeylamine 1% pada salinitas 10.000 ppm, artinya ada hubungan linearity antara kenaikan konsentrasi dengan tegangan antarmuka yang dihasilkan. Kondisi ini perlu di kembangakan lagi untuk mendapatkan stabilisasi dan ripeatibility pada proses penggulangan pada peningkatan produksi sumur tua. Pengujian akan dilakukan pada suhu 85ËšC dan dilakukan pengamatan terhadap sifat fisik fluida antara lain viscositas dan tegangan antarmuka (Inter Facial Tension). Untuk melihat perbandingan sifat fisik fluida antara polimer dan air produksi

Article Details

Author Biography

Oksil Venriza, Politeknik Energi dan Mineral AKAMIGAS

Program Studi Teknik Logistik Minyak dan Gas