APLIKASI SENSOR PASSIVE INFRARED (PIR) UNTUK PENDETEKSIAN MAKHLUK HIDUP DALAM RUANG

Bustanul Arifin

Abstract


Keamanan menjadi faktor utama dalam kehidupan manusia. Ada beberapa alat atau
sensor yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga keamanan tempat tinggal. Salah
satunya adalah sensor gerak yang menggunakan inframerah secara pasif atau yang
lebih dikenal dengan PIR (Passive Infra Red). Alat ini akan mendeteksi gelombang
inframerah yang ditimbulkan oleh makhluk hidup yang berada dalam jangkauannya
dan akan mengeluarkan suatu output yang dapat dimanfaatkan. Dalam penelitian ini
diteliti bagaimana cakupan pendeteksian sensor, posisi sensor yang dapat
menjangkau cakupan terluas, serta makhluk hidup atau benda apa saja yang bisa
dideteksi oleh sensor ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Laboratorium
Mikroprosesor Teknik Elektro Unissula dengan menggunakan 4 buah sensor PIR
KC7783R didapatkan hasil bahwa sensor dapat menjangkau cakupan terluas ketika
diletakkan diketinggian 200 cm dari lantai dengan sudut kemiringan 750
. Jarak 500
cm merupakan titik terjauh untuk mendeteksi manusia, sedangkan untuk mendeteksi
tikus maksimal 180 cm, kucing 230 cm dan nyala api lilin 210 cm. Perubahan suhu
udara di laboratorium senilai 220
C sampai dengan 310
C tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap pendeteksian sensor.

Kata kunci: sensor PIR, sudut kemiringan sensor, suhu

Full Text:

F7. 39-44 PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.