PERBAIKAN STRUKTUR BETON BERTULANG, DINDING DAN BAJA PASCA GEMPA LOMBOK

M. Afif Salim, M. Sofi Ardhani

Abstract


Gempa besar yang yang melanda Nusa Tenggara Barat sejak tanggal 29 Juli 2018 yang diikuti dengan beberapa gempa susulan, mengakibatkan kerusakan dengan cakupan wilayah yang cukup luas di beberapa daerah Lombok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Observasi dan Survey, dimana peneliti melakukan observasi dan survey di kantor konsultan PT. Indra Karya (Persero) Divisi Engineering II Semarang. Penyebab kerusakan struktur Beton bertulang pasca gempa adalah sebagai Kurangnya kekuatan geser dari struktur bangunan akibat penggunaan kolom dan dinding geser yang terlalu sedikit, Retak pada kolom atau balok yang dikibatkan oleh gaya geser, Retak pada kolom akibat komponen non struktural, Slip antara beton dan tulangan baja, atau kegagalan geser pada pertemuan antara balok dan kolom, Terpusatnya kerusakan pada lantai tertentu akibat distribusi kekakuan yang tidak merata sepanjang tingkat bangunan, Terlepasnya komponen sekunder seperti dinding akibat hubungan yang tidak baik. Beberapa metode perbaikan yang dilakukan adalah : penggunaan shotcrete. Tulangan tambahan, Kerusakan tulangan dapat diperbaiki dengan cara pengelasan tumpuan atau penyambungan tulangan. Perbaikan dinding bata yang retak dapat dilakukan dengan shotcrete, dry packing dengan campuran agregat –portland cement atau dengan injeksi mortar dan epoxi. Perkuatan dinding bata dapat dilakukan dengan prestressing, dengan menambahkan  tulangan pada permukaan dinding bata memakai plester. Perkuatan struktur baja pasca gempa Lombok dilakukan dengan beberapa metode, antara lain: Mengganti baut dan paku keling yang ada dengan baut mutu tinggi, Menyatukan dengan baik sambungan yang kurang kuat, Mengurangi bentang elemen yang panjang, Menambah luasan penampang melintang dari profil, Mengganti dengan baja mutu tinggi.

Kata kunci: Struktur, Beton Bertulang, Dinding, Baja, Gempa Lombok


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.