PEMANFAATAN KARET ALAM PADA CAMPURAN BERASPAL AC-WC

Iwan Susanto

Abstract


Kerusakan dini perkerasan jalan dipengaruhi oleh kualitas aspal. Disisi lain penurunan harga karet alam sangat membebani petani. Kandungan elastomer pada karet alam berpotensi untuk digunakan sebagai bahan modifikasi aspal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk evaluasi kinerja campuran beraspal AC-WC dengan menggunakan aspal karet. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan pengujian laboratorium dan penerapan di lapangan. Berdasarkan pengujian marshall, campuran dengan aspal karet mempunyai nilai stabilitas yang lebih tinggi, yaitu 1100kg berbanding 1188kg, 1299kg, dan 1297kg. Penambahan karet alam juga berpengaruh positif terhadap ketahanan deformasi, yaitu meningkatkan nilai stabilitas dinamis yaitu 529 lintasan/mm berbanding 1041, 2135, dan 2864 lintasan/mm serta  menurunkan kecepatan deformasi yaitu 0,079mm/menit berbanding 0,040mm/menit, 0,020mm/menit, 0,010mm/menit. Hasil uji modulus resilent menunjukan aspal karet lebih tahan terhadap perubahan temberatur bila dibandingkan dengan aspal Pen. 60. Kadar paling efektif karet alam adalah 7% terhadap aspal Pen 60. Hasil uji ektraksi dari penerapan di lapangan menunjukan bahwa antara JMF dan lapangan masih masuk dalam range yang disyaratkan. Untuk uji ketidakrataan menunjukan nilai IRI antara <4 dan 4-8 yaitu kinerja baik dan sedang.

Kata kunci: aspal karet, deformasi, stabilitas, marshall, modulus resilien

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.