POLA SEBARAN POLUTAN PM 2.5 DAN PM 10 HARIAN TERHADAP FAKTOR SUHU DAN KELEMBABAN

Ikha Rasti Julia Sari, Januar Arif Fatkhurrahman, Yose Andriani

Abstract


Partikulat diidentifikasi sebagai polutan mayoritas dalam ruangan. Distribusi ukuran partikulat meliputi partikel kasar (PM10-2.5) dan partikel halus (PM2.5). Pengukuran PM10 dan PM2.5 dilakukan dengan alat High Volume Air Sampler (HVAS) dan Low Volume Air Sampler (LVAS). Pengukuran dengan HVAS maupun LVAS membutuhkan biaya yang cukup tinggi untuk alat dan operasional. Saat ini telah dikembang pengukuran menggunakan sensor berbiaya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran parameter PM2.5 dan PM10 terhadap faktor kelembaban dan suhu pada tiga lokasi di Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang dengan menggunakan sensor berbiaya murah. Sensor partikulat yang digunakan adalah PMS 7003, data suhu dan kelembaban dari DHT22. Data pembacaan disimpan setiap 10 menit. Hasil pemantauan PM10 dan PM2.5 terlihat bahwa konsentrasi tertinggi berada di lokasi pos security dengan median PM10 adalah 66 μg/Nm3 dan 51 μg/Nm3 untuk PM2.5. Pada malam hari konsentrasi PM10 dan PM2.5 lebih tinggi bila dibandingkan dengan siang hari, hal ini dikarenakan pengaruh suhu dan kelembaban.

Kata kunci: Partikulat, PM2.5, PM10, sensor partikulat

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.