ANALISIS CAMPURAN ISONIAZID, RIFAMPISIN DAN PIRAZINAMID DALAM SEDIAAN TABLET MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI

Aqnes Budiarti, Risna Angella Putri Pamungkas

Abstract


Rifampisin, isoniazid dan pirazinamid merupakan obat anti tuberkulosis. Ketiga obat ini tersedia dalam bentuk  tablet kombinasi. Penetapan kadar obat kombinasi memerlukan metode analisis yang  serempak, salah satunya adalah kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan metode tervalidasi untuk menetapkan kadar rifampisin, isoniazid dan pirazinamid dalam sediaan tablet. Penetapan kadar isoniazid, rifampisin dan pirazinamid menggunakan KCKT merk Jasco dengan detektor UV.  Fase diam yang digunakan adalah C18 dan fase gerak berupa campuran aquades: asetonitril: (7:25, v/v), pada panjang gelombang 280 nm. Uji validasi meliputi parameter presisi, akurasi, linieritas, selektivitas dan sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode memenuhi persyaratan parameter validasi. Uji presisi menghasilkan nilai RSD untuk isoniazid adalah 0,78%, rifampisin 0,53% dan pirazinamid 0,36%. Uji akurasi menghasilkan perolehan kembali 99,41-100,55% untuk isoniazid, 100,12-100,39% untuk rifampisin dan 100,42-100,71% untuk pirazinamid. Metode memiliki selektivitas yang baik. Metode linier untuk masing-masing zat aktif.  Kadar terkecil yang dapat dideteksi untuk isoniazid; rifampisin dan pirazinamid masing – masing adalah 0,16; 0,58 dan 1,34 µg/mL. Kadar terkecil yang dapat diukur untuk isoniazid; rifampisin dan pirazinamid masing – masing adalah  0,53; 1,22 dan 4,53 µg/mL. Metode yang tervalidasi dapat digunakan untuk menetapkan kadar ketiga zat aktif dan memenuhi persyaratan kadar yang ditetapkan Farmakope Indonesia Edisi V.

Kata kunci: isoniazid, KCKT, pirazinamid, rifampisin, validasi, tablet

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.