EKSTRAKSI KULIT BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) MENGGUNAKAN MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION

Nayyifatus Sa’diyah, Muhamad Farid Aminudin, Putri Prihastuti, Laeli Kurniasari

Abstract


Buah manggis merupakan buah lokal yang banyak dijumpai di Indonesia. Umumnya buah manggis hanya dimanfaatkan buah dan bijinya saja, sedangkan kulitnya jarang dimanfaatkan. Perlu diketahui dalam kulit buah manggis terdapat senyawa-senyawa yang bersifat sebagai antioksidan seperti xanton, antosianin, saponin, dan tanin. Dalam mengambil senyawa antioksidan dibutuhkan teknik ekstraksi. Umumnya dalam ekstraksi kulit buah manggis masih menggunakan teknik ekstraksi yang konvensional dimana laju ekstraksinya lama sehingga waktu yang dibutuhkan tidak efisien. Maka dari itu dilakukan ekstraksi kulit buah manggis menggunakan Microwaved Assisted Extraction berbantu gelombang mikro karena beberapa keunggulan yang dimiliki. Dalam proses ekstraksi menggunakan pelarut Etanol 85%-Asam sitrat. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui daya terbaik pada proses ekstraksi, (ii) mengetahui lama waktu optimum proses ekstraksi, (iii) untuk mengetahui rasio terbaik umpan:pelarut dalam proses ekstraksi, dan (iv) untuk mengetahui aktivitas senyawa antioksidan pada ekstrak kulit manggis menggunakan metode DPPH. Hasil ekstraksi terbaik diperoleh pada daya 30% dari daya maksimal 399 watt, dengan lama waktu ekstraksi optimum pada menit ke 10, dan  rasio terbaik diperoleh pada rasio umpan :pelarut 1:20, serta ekstrak kulit manggis menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dengan diperoleh nilai IC50 sebesar 19,88 ppm menggunakan metode DPPH dengan alat spektrofotometer uv-vis.

Kata kunci: kulit manggis, ekstraksi, gelombang mikro, antioksidan, DPPH


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.