RELATIVE PERCENT DIFFERENCE (RPD) SEBAGAI JAMINAN MUTU OPTIMASI ALAT GCMS APLIKASI SENYAWA KHAS PADA BERBAGAI MINYAK ATSIRI

Yusuf Habibi

Abstract


Laboratorium berbasis kimia yang memiliki alat GCMS untuk praktikum atau pengujian pasti memiliki metoda optimasi untuk membaca sampel. Salah satu sampel yang diuji dengan menggunakan alat GCMS adalah minyak atsiri. Sedang dalam minyak atsiri sendiri memiliki jenis yang banyak sesuai tanamannya. Penelitian dilakukan supaya laboratorium memiliki standar optimasi alat GCMS untuk berbagai minyak atsiri. Telah dilakukan penelitian RPD sebagai jaminan mutu optimasi alat GCMS aplikasi senyawa khas pada berbagai minyak atsiri. Berdasarkan penelitian sebelumnya tentang variasi optimasi alat GCMS terhadap kadar 1,8-Cineol dalam minyak kayu putih diperoleh optimasi yang sesuai yaitu suhu injektor dan detektor 200 C, suhu interface 300 C, suhu kolom 60 – 300 C dengan kenaikan 10 C/menit, tekanan 20 kPa, dan laju alir kolom 0,5 ml/mnt. Optimasi ini diaplikasikan pada minyak atsiri lain seperti minyak nilam, minyak jahe, dan minyak cengkeh. Seperti diketahui senyawa khas yang dimiliki  masing-masing adalah patchouli alkohol, zingiberen, dan eugenol. Dengan pembacaan sebanyak 2 kali didapatkan kadar patchouli alcohol dari minyak nilam 59% dengan RPD 2,55%; kadar zingiberen dari minyak jahe 19,32% dengan RPD 8,41%; dan kadar eugenol dari minyak cengkeh 45,89% dengan RPD 3,64%. Nilai RPD kurang dari 10% menunjukkan bahwa optimasi alat GCMS teliti dan bisa berlaku pada berbagai minyak atsiri.  

Kata kunci: minyak atsiri, optimasi GCMS, Relatif Percent Different (RPD)

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.