EKSTRAKSI GALAKTOMANAN DARI AMPAS KELAPA SEBAGAI BAHAN BAKU BIOPLASTIK

Nofita Sari, Maudy Mairisya, Riska Kurniasari

Abstract


Galaktomanan merupakan polimer organik yang mengandung unit mannopironisa dengan ikatan beta-(1-4) dan unit galaktopiranosa dengan ikatan alfa-(1-6). Limbah ampas kelapa mengandung galaktomanan sebesar 61% sehingga memiliki prospek menarik untuk digunakan sebagai bahan baku bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum proses ekstraksi galaktomanan dari ampas kelapa. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ukuran partikel ampas kelapa (80 mesh dan 100 mesh) dan jumlah pelarut (250 ml, 300 ml, 350 ml). Sedangkan variabel terikat pada penelitian ini adalah rendemen galaktomanan. Tahap penelitian diawali dengan persiapan bahan baku berupa ampas kelapa yang dikeringkan dan dihaluskan hingga ukuran tertentu sesuai variabel yang telah ditetapkan. Tahap selanjutnya yang dilakukan adalah proses ekstraksi dengan menggunakan aquades yang dimasukkan ke dalam ekstraktor dan dipanaskan hingga suhu 50°C. Setelah mencapai suhu 50°C, ampas kelapa dimasukkan ke dalam ekstraktor dan diekstraksi pada suhu 50°C selama 5 jam. Larutan hasil ekstraksi yang telah disaring ditambahkan metanol sebagai agen pengendap untuk membentuk dua lapisan. Setelah membentuk dua lapisan dilakukan pemisahan menggunakan corong pisah, kemudian galaktomanan dikeringkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa serbuk ampas kelapa 100 mesh merupakan kondisi terbaik dengan rendemen sebesar 3,30% dan volume pelarut air 350 ml merupakan kondisi terbaik dengan rendemen sebesar 3,82%.

Kata kunci: ampas kelapa, ekstraksi, galaktomanan


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.