PENGUJIAN NILAI KALOR DAN KADAR AIR TERHADAP BIOBRIKET SEBAGAI BAHAN BAKAR PADAT YANG TERBUAT DARI BOTTOM ASH LIMBAH PLTU DENGAN BIOMASSA TEMPURUNG KELAPA MELALUI PROSES KARBONISASI

Budi Gunawan, Sugeng Slamet, Wenny Hizkia Aferdo

Abstract


Bahan bakar merupakan sumber energi dalam setiap dinamika kehidupan manusia, penggerak roda perekonomian dan pembangunan bangsa. Penggunaan dan ketergantunganĀ  terhadap bahan bakar fosil akan berdampak serius pada roda perekonomian manakala jumlah permintaan terus meningkat sementara persediaan terbatas. Dampak serius lainnya adalah kerusakan ekosistem lingkungan akibat ekplorasi tak terkendali serta dampak sosial lainnya. Sementara itu potensi sumber daya alam terbarukan cukup melimpah yang belum semuanya dapat diolah dan dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar minyak. Salah satu potensi limbah yang berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif adalah bottom ash dari bahan bakar batu bara di unit pembangkitan (power plant) PLTU Tanjung Jati Jepara. Metode yang dilakukan adalah dengan mengolah bottom ash batu bara tersebut dengan biomassa tempurung kelapa melalui proses karbonisasi. Specimen uji dibuat dengan beberapa komposisi yaitu perbandingan 40% : 60% dan 30% : 70% dengan menggunakan pengikat partikel tetes tebu. Variabel yang diuji meliputi nilai panas (kal/gr), kadar air (%).Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada komposisi tempurung kelapa 60% dengan bottom ash 40% mempunyai nilai kalor 4214,59 kal/gr dengan kadar air 6,10%. Sedangkan pada komposisi biomassa tempurung kelapa 70% dengan bottom ash 30% mempunyai nilai kalor 4500,66 kal/gr dengan kadar air 6,63%.

Kata kunci: bottom ash, biomassa, nilai kalor, kadar air


Full Text:

A1.1-3.PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.