Tolak Ukur Kafa’ah Suami Dalam Kesalehan Sosial Perspektif Filsafat Hukum Keluarga Islam

David Wildan, Shohibul Adhkar

Abstract


Abstract

The concept of kafa'ah is one of the benchmarks in choosing a marriage partner, both women, and men. Many previous studies have linked kafa’ah with Javanese customs, political parties, or with one of the lodges. From this research, it was found that the kafa’ah taken was still not uprooted from its main value, namely religion. The religious position in the kafa'ah which is obligatory on the husband is the consensus of the 4 schools of thought, apart from race, ethnicity, lineage, and others which are still widely contested. On the one hand, social convenience is a manifestation of deep understanding and its implementation of an individual acquisition resulting from the process of mahdah worship, whether prayer, zakat, fasting, hajj, and others. So it becomes interesting when kafa'ah here is a religion (diyanah) when it is related to social ideals which in fact can be seen in a concrete and real way, moreover it is a form of mu'amalah ma'annaas. As in general, in fiqh principles, everything is punished dzahir. So that in choosing a husband you can see the extent of his social skills so that later he can foster a sakinah mawadah wa rahmah family.

Abstrak
Sejauh ini konsep kafaah masih menjadi salah satu tolak ukur dalam memilih pasagan. Baik dari perempuan maupun laki-laki. Banyak studi terdahulu mengkaitkan kafaah dengan adat jawa, partai politik, ataupun dengan salah satu pondok. Dari penelitian tersebut kita temukan bahwa kafaah yang diambil masih belum tercerabut dari nilai utamanya yaitu adalah agama. Dimana posisi agama dalam kafaah yang diwajibkan atas suami merupakan consensus ulama 4 madzhab, disamping ras, suku, nasab, dan yang lainya masih banyak dipertentangkan. Disatu sisi keshalehan sosial merupakan sebuah manifestasi bentuk pemahaman mendalam dan implementasinya atas sebuah keshalehan individual yang dihasilkan dari proses ibadah mahdah, baik sholat, zakat, puasa, haji dan lainya. Sehingga menjadi menarik ketika kafaah disini adalah agama (diyanah) bila dikaitkan dengan keshalehan sosial yang notabene dapat dilihat secara kongkret dan nyata, terlebih itu merupakan sebuah bentuk muamalah ma’annaas. Sebagaimana pada umumnya dalam kaidah fikih segala sesuatu dihukumi scara dzahir. Sehingga dalam memilih seorang suami dapat dilihat sejauh mana keshalehan sosialnya agar nanti dapat membina keluarga sakinah mawadah wa rahmah

Keywords


Kafaah, Keshalehan Sosial.

References


Ali, Atabik. Kamus al-Ashry. Yogyakarta: Yayasan Ali Maksum, t.t.

Amir, Syarifuddin. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Cet. II. Jakarta: Prenada Media, 2007.

Anis, Ibrahim. al-Mu’jam al-Wasith. Majma’ Lughah Arabiah-Maktabah al-Syuruq al-Dauliyah, 2004.

Bisri, A. Mustofa. Saleh Ritual, Saleh Sosial,. Yogyakarta: DIVA Press, 2016.

Bukhari, Imam. Shahih Bukhari. Juz. VII vol. Cairo: Maktabah Amiriah, 1312.

Fauziyah, Ida. Geliat Perempuan Pasca-Reformasi; Agama, Politik, Gerakan Sosial,. Yogyakarta: PT. LKIS Pelangi Aksara, 2015.

Ghazaly, Abd. Rahman. fiqh Munakahat. Vol. Cet. II. Jakarta: Kencana, 2006.

Hasan al Hamsyi, Muhammad. Ma’ajim al Mufahras lil alfadzi wa al Mawadhi’. Beirut: Dar ar-Rasyid, t.t.

Hidayat, Komarudin. Agama Masa Depan; Perspektif Filsafat Perenial. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2003.

Idi, Abdullah. Dinamika Sosiologis Indonesia: Agama dan Pendidikan dalam Perubahan Sosial,. Yogyakarta: PT. LKiS Pelangi Aksara, 2015.

Jahroh, Siti. Reinterpretasi Prinsip Kafā’ah Sebagai Nilai Dasar Dalam Pola Relasi Suami Istri. Al-Ahwal Vol. 5, no. No. 2 (2012).

“Kamus Besar Bahasa Indonesia.” Jakarta: PT. Persero, 2005.

Mahally, Jalaluddin al-. Tafsir jalalain. Vol. Juz. I. Maktabah Syamilah, t.t.

misriah, Daar al-Ifta al-. Dalilu al-Usrah fi al-Islam. I. Cairo: Dar el-Kotob, 1434.

Muhammad ibn Makram, Jamaluddin. Lisanu al-Arab. Juz I. Beirut: Dar al-Shadir, t.t.

Muhtar, Tatang. Internalisasi Kesalehan Sosial. Sumedang UPI Sumedang Press, 2018.

Munawwir, Ahmad Warson. Kamus al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap. Surabaya: Pustaka Progresif, 2008.

Muslim, Imam. Shahih Muslim. Vol. Juz. II. Maktabah Syamilah, t.t.

Qanun, Syariah wal. Muhadarah Fi Fiqh usrah wa al-Diyat. Cairo: Al-Azhar, 2012.

Qudsy, Saifuddin Zuhri. Umar Bin Abdul Aziz Dan Semangat Penulisan Hadis. ESENSIA Vol. XIV, no. No. (Oktober 2013).

Riadi, Haris. Kesalehan Sosial sebagai parameter keberislaman. Jurnal Pemikiran Islam, An-Nida 39, no. No. 1 (2014).

Suyuthi, Jalalluddin al-. ‘Uqud Zabarjad Fi I’rabi Hadis Nabawi. Vol. Juz II. Dar al-Jiil, 1994.

Tirmidzy, Imam. Sunan Tirmidziy. Vol. Juz. III. Cet.II. Maktabah Mustafa albaniy, 1968.

Yayasan Penyelenggara Penterjemahan/Pertafsir AlQuran, Soenarjo. Al-Quran dan Terjemahannya. Arab Saudi: Lembaga Percetakan AlQuran Raja Fahd, 1971.




DOI: http://dx.doi.org/10.31942/iq.v7i2.3800

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL IQTISAD: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia is INDEXED BY:

Google ScholarGoogle ScholarGoogle ScholarGoogle Scholar Google ScholarGoogle ScholarGoogle ScholarGoogle ScholarGoogle Scholar


Alamat kami di :

PKPI2 FAI Universitas Wahid Hasyim

JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia
Handphone: +6281532599999
Email: pkpi2@unwahas.ac.id / iqtisad@unwahas.ac.id

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats