ANALISA PENDAPAT ULAMA TERHADAP BATASAN WAKTU DALAM WAKAF DAN AKIBAT HUKUMNYA

Kholid Masyhari

Abstract


Abstract Waqf is a good deed dedicated by waqif (the person who gives waqf) to his property to nadlir (administrators / recipients of waqf) so that the object can be used by the general public. After the waqf pledge was stated by waqif, then from that moment the ownership of the object was moved to Allah, meaning that the general public now has the right to benefit the object that is represented (mauquuf). The concept that is commonly understood by society as told by the jurists (jurisprudence experts) in some literacies, that waqf is holding back property and using it in the way of Allah, said Sayyid Sabiq in his Sunnah fiqh. On the other hand this opinion is reinforced by the hadith narrated by Ibn Umar whose hadith chunks state: "If you want to, forgive the land and give the results. Then Umar converted his land in Khaibar with the understanding that it should not be sold, granted and inherited". From the statement of the hadith, the understanding was that waqf was eternal and not limited by time (ta’biid - forever). But in other literacy, it was found a statement that waqf may be limited by time (muaqqot), this opinion was stated by Imam Malik. This means that people may endow their land for a certain period of time. And even this, by him is considered legitimate as a waqf contract that is not limited by time. This paper tries to look at these two opinions and analyze them and conclude to draw the red thread caused by the law. Keywords: Endowments, Time Limits Abstrak Wakaf adalah sebuah amal shalih yang didedikasikan oleh waqif (orang yang memberikan wakaf) terhadap harta bendanya kepada nadlir (pengurus/penerima wakaf) agar benda itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Setelah ikrar wakaf itu dinyatakan oleh waqif, maka mulai saat itu pindahlah kepemilikan benda itu kepada Allah, artinya masyarakat umumlah yang sekarang ini memiliki hak atas manfaat benda yang diwakafkan (mauquuf). Konsep yang umum dipahami oleh masyarakat sebagai dituturkan oleh para fuqaha (ahli fiqih) dalam beberapa literasinya, bahwa wakaf adalah menahan harta dan memanfaatkannya di jalan Allah, demikian disampaikan oleh Sayyid Sabiq dalam fiqih sunnahnya. Di sisi lain pendapat ini diperkuat oleh hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar yang potongan hadist itu menyatakan :”Jika engakau mau, wakafkanlah tanah itu dan sedekahkanlah hasilnya. Lalu Umar mewakafkan tanahnya di Khaibar itu dengan pengertian tidak boleh dijual, dihibahkan dan diwariskan”. Dari keterangan hadist itu diambil pengertian bahwa wakaf bersifat abadi dan tidak dibatasi oleh waktu (ta’biid - selama-lamanya). Jurnal Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia – Vol. 6, No 1 (2019) p-ISSN: 2303-3223; e-ISSN: 2621-640X Analisa Pendapat Ulama .... 2 Kholid Masyhari Namun dalam literasi lain ditemukan pernyataan bahwa wakaf boleh dibatasi dengan waktu (muaqqot), pendapat ini dikemukakan oleh Imam Malik. Artinya orang boleh mewakafkan tanahnya dengan jangka waktu tertentu. Dan inipun, olehnya dinilai sah akadnya sebagaimana wakaf yang tidak dibatasi dengan waktu. Tulisan ini mencoba menilik dua pendapat tersebut dan menganalisanya serta menyimpulkannya untuk menarik benang merah akibat hukum yang ditimbulkannya. Kata Kunci: Wakaf, Batasan Waktu

Keywords


Endowments, Time Limits

References


Abdurrahman, Haji, Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, CV Akademika Pressindo, Jakarta 1982.

Abi, Syaikh Ishaq Ibrahim bin Ali bin Yusuf al-Syaerozi, al-Muhadzzab, Juz I, Cet II, Isa al-Babi al-Halabi, tt.

Abu, Muhammad Zahrah, Ushul Fiqih, Darul Fikr, Mesir, tt.

Abu, Muhammad Zahrah, Muhadlaat fi al-Waqfi, Daarul Fikr al-Arabi, 1971.

Al-Mawaahib, Ali Abdi al-Wahhaab bin Ahmad bin Ali al-Anshari, Al-Miizan al-Kubra, Juz I, Cet II, Daaral Fikr, 1978.

Al-Husaini, Abi Muslim Ibn al-Hajjaj al-Qusairi, Soheh Muslim, Daar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut, tt.

Al-Syarkhisi, Syamsuddin, al-Mabsuuth, Juz XII, Daar al-Kutub al-Ilmiyyah, Beirut.

Ali, Muhammad Bin Muhammad al-Syaukani, Nail al-Authaar, Juz V, Cetakan Akhir.

Amin, Muhammad Ibnu al-Abidiin, Radd al-Mukhtaar, Juz VI, Daar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1991.

Arabi, Ibnul, Ahkamul Qur’an, Darul Kutub al-Alamiyah, Beirut, tt.

Azhar, Ahmad Basyir., Hukum Islam tentang Wakaf, Ijaaroh, Syirkah, al-Maa’rif, 1987.

Azhar, Muhammad, Fiqih Kontemporer dalam Pandangan Neo Modernisme Islam, Pustaka Pelajar Offset, Yogyakarta, 1996.

Ahmad, Abdullah an-Naim, Dekonstruksi Syariah, terj. Ahmad Suaedy dan Amiruddin Arrani, LKiS, Yofyakarta, 1994.

A. W. Munawir, Kamus al-Munawir Arab Indonesia, Pustaka Progressif, Yogyakarta, 1984.

Azzuhaili, Wahbah, al-Fiqh al-Islami Wa adillatuhu, Juz VIII, Daar al-Fikr, Bierut.

Bakar, Sayid Abi Bin sayyaud Muhammad Syato al-Dimyati, Iaanah at-Thaalibiin, Juz III, Daar al-Fikr. Tt.

Coulson, Noel J, Hukum Islam dalam Perspektif Sejarah, P3M, Jakarta, 1987.

Daud, Muhammad Ali, Sistim Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf, UI Press, Jakarta, 1988.

Dawud, Abu, Sunan Abu Dawud, Juz II, Toha Putra, Semarang, tt.

Depag RI, al-Qur’an dan Terjemahannya.

Harun, Nasrun, Ushul Fiqih I, Logos Publisihing House, Jakarta, 1998.

Ishaq, Abu Ibrahim al-Fairuzzabadi, al-Muhadzab, Juz I, Dar al-Fikr, Beirut.

Kamali, M. Hasyim, Kebebasan Berpendapat dalam Islam, Mizan, Bandung, 1996.

Mahfudl, Sahal, Nuansa Fiqih Sosial, LkiS, Yogyakarta, 1994.

Muhammad, Syekh al-Zuhri al-Ghomrowi, Anwaar al-Masaalik, Maktabah al-Hidayah, Surabaya, tt.

Muhammad, Syamsuddin bin Muhammad al-Khatib, Mughni al-Muhtaaj, Juz III, Daar al-Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, tt.

Muslim, Imam, Shahih Muslim, Jilid II, Dar al-Fikr, Beirut, 1993.

Qordlowi, Yusuf, Ijtihad Kontemporer : Kode Etik dan Berbagai Penyimpangan, terj, Abu Barzani, Risalah Gusti, Surabaya, 1995.

Qudamah, Ibnu, al-Mughni, Juz IV, Daar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Rofiq, Ahmad, Hukum Islam di Indonesia, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Rofiq, Ahmad, Fiqih Mawaris, LSik, Jakarta, 1993.

Shihab, M. Quraish, Membumikan al-Qur’an,Mizan, Bandung, 1992.

Sayyid, Syeh, Fiqih Sunnah, Jilid III, Daar al-Fikr, 1992.

Syarbini, Muhammad al-Khatib, al-Iqna’, Juz II, Syirkah al-Maa’rif, Bandung.

S. Praja, Juhaya, Perwakafan di Indonesia, Yayasan Piara, Bandung, 1993.

Taqiyuddin, Imam Abu Bakar bin Muhammad Al-Khusaini, Kifayatul Ahyar, Juz I, Al-Hidayah, Surabaya, tt.

Wahab, Abdul Khalaf, Ilmu Ushul Fiqih, Darul Kuwaitiyah, 1967.

Yahya, Abi Zakariya al-Anshari, Fath al-Wahhab, Juz I, Toha Putra, Semaranag.




DOI: http://dx.doi.org/10.31942/iq.v6i1.2717

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL IQTISAD: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia is INDEXED BY:

Google ScholarGoogle Scholar Google ScholarGoogle ScholarGoogle ScholarGoogle ScholarGoogle ScholarGoogle ScholarGoogle ScholarGoogle Scholar Google Scholar Google ScholarGoogle ScholarGoogle Scholar

 

 

 


Alamat kami di :

PKPI2 FAI Universitas Wahid Hasyim

JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia
Handphone: +626281327592589 / +6285227248757
Email: pkpi2@unwahas.ac.id / iqtisad@unwahas.ac.id

 

  
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats