Main Article Content

Abstract

Transformasi digital menuntut perusahaan ritel untuk meningkatkan transparansi laporan keuangannya, tetapi efektivitas masing-masing komponen digital masih menghasilkan hasil yang beragam. Penelitian ini menganalisis pengaruh adopsi akuntansi digital, pelatihan karyawan, dan infrastruktur digital terhadap transparansi laporan keuangan perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022 hingga 2024. Metode kuantitatif digunakan dengan data sekunder dari 25 perusahaan ritel BEI yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa infrastruktur digital berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan adopsi akuntansi digital dan pelatihan karyawan tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut membentuk model yang signifikan. Hasil ini menegaskan bahwa transparansi bergantung pada sinergi antara kesiapan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan kualitas infrastruktur digital. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi digital yang berfokus pada peningkatan transparansi.


 


Kata kunci: transparansi pelaporan keuangan, akuntansi digital, pelatihan karyawan, infrastruktur digital, perusahaan ritel.

Article Details