Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh pengelolaan aset biologis berdasarkan PSAK 241 terhadap keberlanjutan bisnis pada Wisata Kalipancur Central Park (KCP) Semarang. Fenomena paradoks ekowisata menunjukkan aset ekologis tinggi belum terukur secara formal dalam pelaporan keuangan sehingga memengaruhi pengambilan keputusan strategi keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif kausalitas. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert 1–5 kepada 110 responden yang terdiri dari pengunjung, masyarakat sekitar, dan stakeholder pengelolaan wisata. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui software SmartPLS. Hasil analisis struktural menunjukkan bahwa penerapan kriteria akuntansi aset biologis berdasarkan PSAK 241 (pengakuan, pengukuran nilai wajar, dan pengungkapan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan bisnis yang diukur melalui dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pelaporan aset biologis yang transparan terbukti secara statistik menjadi instrumen legitimasi yang kuat dalam menjamin keberlanjutan operasional entitas ekowisata perkotaan.