UJI VARIASI MEDIA TANAM PADA SISTEM PENGOLAHAN TERSIER CONSTRUCTED WETLAND SKALA LABORATORIUM DALAM MENGOLAH AIR LIMBAH DOMESTIK

Nurul Setiadewi, Cynthia Henny, Prayatni Soewondo

Abstract


Keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dalam mengolah air limbah domestik masih menghasilkan efisiensi penyisihan yang masih rendah, sehingga perlu pengolahan lanjutan atau tersier untuk meningkatkan efisiensi pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem pengolahan tersier dengan constructed wetland dan menguji pengaruh variasi media tanam terhadap kinerja pengolahan. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium dengan menggunakan reaktor percobaan dan air limbah domestik buatan. Variasi media yang digunakan adalah media kerikil dan pasir kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa constructed wetland dapat secara efektif dan efisien menyisihkan polutan air limbah. Sistem constructed wetland dengan menggunakan variasi media tanam, menunjukkan bahwa performa penyisihan polutan pada reaktor dengan media pasir menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan media kerikil. Penyisihan COD, TN, dan TP di reaktor dengan media pasir menghasilkan efisiensi sebesar 86,95%, 90,25%, 94,26%. Sementara, pada reaktor dengan media kerikil, efisiensi penyisihan COD, TN, dan TP berturut-turut sebesar 85,33%, 87,82%, dan 94,80%. Penyisihan polutan antara variasi media pasir dan kerikil menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Meski demikian, kedua variasi yang digunakan pada sistem percobaan dapat menyisihkan polutan air limbah secara efektif.

Keywords


air limbah domestik, constructed wetland, media tanam

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.36499/psnst.v13i1.9564

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Address : :

Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia
Handphone:  +6285226622609
 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.