KARAKTERIKARAKTERISASI KERTAS DARI LIMBAH AMPAS TEBU DENGAN VARIASI BAHAN PEREKAT PVA MENGGUNAKAN METODE PROSES SODA

Endah Tri Utami Handhayani, Elsa Selin Orxellina, Antonio Asmaranda Putra Kusuma, Jonathan Agung Wicaksono, Sri Sutanti

Abstract


Kertas kemasan/bungkus banyak kita jumpai di masyarakat, terutama kertas bungkus warna coklat yang digunakan sebagai pembungkus makanan. Kertas bungkus warna coklat merupakan kemasan yang paling sederhana. Guna memenuhi fungsinya sebagai pembungkus makanan, maka kertas bungkus warna coklat umumnya berlapis plastik tipis dari resin (food paper wrap) untuk meningkatkan kekuatan, daya proteksi (tidak bocor), dan ketahanan panas.  Pada riset/penelitian pembuatan kertas ini, variabel bebas yang digunakan adalah jumlah PVA (1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%) dengan variabel tetap metode proses, total bahan 100 gram. langkah pertama yaitu membuat pulp dari ampas tebu dengan menambahkan larutan NaOH 3% dan dimasak dalam autoklaf dengan suhu 120oC selama 60 menit, lalu dikeringkan menggunakan oven pada suhu 60 oC selama 3 jam. Ampas tebu hasil autoklaf yang telah dikeringkan kemudian dimasukkan dalam beaker glass, ditambah dengan aquadest dan dimasak pada suhu 70°C hingga mendidih. pulp yang telah mendidih kemudian ditambah dengan PVA, pati aren dan gliserol. Kertas kemudian dicetak menggunakan nampan plastik dan diratakan. Selanjutnya kertas dilakukan proses pengeringan menggunakan oven pada suhu 70°C hingga kering. Lalu dilakukan uji ketebalan kertas, uji gramatur, uji morfologi, uji organoleptik, untuk melihat hasil pengaruh PVA terhadap karakteristik kertas.


Keywords


ampas tebu, kertas pembungkus, PVA

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.36499/psnst.v13i1.9424

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Address : :

Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia
Handphone:  +6285226622609
 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.