Analisis Peruntukan Lahan Berdasarkan Aspek Fisik dan Aspek Legal di Kota Malang

Meysya Ayu Putri Prastya, Lila Ayu Ratna Winanda, Maranatha Wijayaningtyas

Abstract


Seiring berjalannya waktu, laju pertumbuhan penduduk di Kota Malang semakin meningkat hingga menyebabkan tanah memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Pertumbuhan penduduk Kota Malang yang semakin meningkat sangat bertolak belakang dengan ketersediaan lahan yang berada di Kota Malang. Untuk mengurangi pembangunan properti yang tidak dimanfaatkan dengan baik, akan dilakukan analisis peruntuk lahan menggunakan metode Highest Best Use (HBU) yang terdiri dari analisis aspek fisik dan analisis aspek legal. Pada analisis aspek fisik akan membahas tentang bentuk lahan, ketersediaan fasilitas umum, keadaan lingkungan lahan, aksesibilitas dan utilitas. Sedangkan pada analisis aspek legal akan membahas tentang peruntukan (zoning) dan batasan bangunan (building codes). Berdasarkan hasil dari analisis aspek fisik dan aspek legal, dapat disimpulkan bahwa lahan kosong di Jalan Simpang Laksda Adi Sucipto memiliki peruntukan kawasan pemukiman yang ditandai dengan zona berwarna kuning. Dengan demikian, berdasarkan analisis aspek fisik dan aspek legal, bangunan yang dapat dibangun di lahan tersebut adalah perumahan, apartemen, dan rumah susun.


Keywords


Highest Best Use; Lahan Kosong; Properti

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.36499/psnst.v13i1.9220

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Address : :

Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia
Handphone:  +6285226622609
 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.