Main Article Content
Abstract
Aplikasi Double Skin Façade (DSF) dalam decade terakir ini marak diaplikasikan pada bangunan perumahan/ bangunan bertingkat rendah. Dari berbagai penelitian sebelumnya menunjukan adanya peranan DSF terhadap terciptanya kenyamanan termal, visual hingga pada effesiensi energi yang sangat signifikan. Apalagi pilihan konfigurasi hingga material alami dari element layer inipun sangat bervariatif dan inovatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil hygrotermal dalam ruangan dari akibat penggunaan pola tirai berlajur horizontal dan berpola berlajur vertical. Penelitian ini menggunakan obyek Model Rumah miniature yang berada di Department Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. Pada bagian depan façade utama dipasangkan krey bambu. Dan pengamatan lapangan ini dilakukan dibawah pancaran sinar matahari dari pk.06.00-18.00. Hasil kinerja pilihan model krey bamboo terhadap profil suhu udara dan kelembaban udara dalam ruangan sangat signifikann. Bahwa Penggunaan krey bamboo berkonfigurasi horisontal akan menciptakan ruangan lebih dingin daripada penggunaan krey berkonfigurasi vertical, dengan penurunan suhu sebesar 34% dan penurunan kelembaban sebesar 10%.
Keywords
DSF
Bamboo Blind
hygrotermal
Reduced Model
Article Details
How to Cite
Prianto, E., Malik, A., & Bharoto, B. (2021). Pengaruh Model Tirai Bambu Pada Performa Hygrotermal Ruangan. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi, 1(1). https://doi.org/10.36499/psnst.v1i1.5063