ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK PEMBANGUNAN PASAR TRADISIONAL
DOI:
https://doi.org/10.36499/psnst.v15i1.14888Abstract
Pasar tradisonal memiliki peran sangat penting bagi masyarakat kota besar seperti Jakarta. Pasar tradisional di Jakarta mulai dilihat sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman lokal yang otentik bagi pengunjung. Pasar tradisional menghadapi berbagai tantangan terkait infrastruktur, kebersihan dan pengelolaan belum optimal. Ada 72 % dari total keseluruhan pasar tradisional di DKI Jakarta mengalami kemunduran dari segi kondisi bangunan yang telah berumur lebih dari 25 tahun. Pasar Kwitang Dalam Jakarta Pusat merupakan satu pasar yang ada di DKI Jakarta direvitalisasi untuk tujuan mendukung ekonomi lokal dan menciptakan pasar yang bersih dan nyaman. Pembangunan Pasar Kwitang Dalam Jakarta Pusat mengalami keterlambatan dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. adanya permasalahan tersebut dilakukan penelitian terhadap keterlambatan tersebut. Dengan melakukan kajian literatur terhadap revitalisasi pasar tradisional dan faktor-fakor penyebab keterlambatan pembangunan didapat variabel faktor-faktor penyebab keterlambatan pembangunan. Variabel faktor-faktor penyebab keterlambatan dianalisis dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Dari hasil AHP dapat disimpulkan 3 faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek pembangunan Pasar Kwitang Dalam Jakarta Pusat yaitu manajemen arus kas yang lemah dengan E-Vektor 0.33, keterbatasan sumber dana dengan E-Vektor 0.20 dan keterlambatan pembayaran oleh pemilik dengan E-Vektor 0.18. Dengan didapat 3 faktor penyebab utama keterlambatan dapat membantu kontraktor untuk menyelesaikan proyek pembangunan Pasar Kwitang Dalam Jakarta Pusat.
Kata kunci: Pasar tradisional, faktor penyebab, keterlambatan, pembangunan