PEMUNGUTAN UNSUR BERHARGA PADA LIMBAH PERTAMBANGAN BAUKSIT DENGAN METODE ACID LEACHING PADA BERBAGAI LARUTAN ASAM
DOI:
https://doi.org/10.36499/psnst.v15i1.14832Abstract
Red mud, yang merupakan residu utama dari proses Bayer dalam pengolahan bauksit, masih mengandung sejumlah oksida logam berharga seperti Al₂O₃, Fe₂O₃, SiO₂, dan TiO₂. Karakteristik ini menjadikan red mud potensial sebagai sumber sekunder logam, meskipun selama ini lebih banyak diperlakukan sebagai limbah berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai jenis pelarut asam kuat, yaitu HCl, H₂SO₄, dan HBr, dalam proses leaching konvesional menggunakan labu ukur 2 dengan penutup kondensor spiral magnetik, guna mengetahui kondisi operasi optimum serta kecenderungan selektivitas pelarutan terhadap unsur-unsur utama. Metode yang digunakan adalah leaching dengan konsentrasi asam 0.5 M untuk larutan HCl dan H2SO4 waktu 6 jam dan konsentrasi 4.41 M waktu 4 jam pada larutan HBr kondisi refluks diikuti analisis residu padat menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut memberikan pengaruh signifikan terhadap komposisi residu red mud. Perlakuan dengan HCl memperkaya kandungan Al₂O₃ dalam residu hingga 59,23%, menunjukkan selektivitas tinggi terhadap pelarutan pengotor. Sebaliknya, H₂SO₄ menurunkan Al₂O₃ menjadi 50,44% disertai peningkatan Fe₂O₃ dan SiO₂, sedangkan HBr menghasilkan penurunan drastis Al₂O₃ hingga 28,53% dengan pengayaan signifikan pada Fe₂O₃ dan SiO₂. Hasil ini menegaskan bahwa pemilihan jenis pelarut menentukan arah pemanfaatan red mud: HCl lebih sesuai untuk memperkaya alumina dalam residu, sementara H₂SO₄ dan HBr lebih potensial untuk menghasilkan residu kaya oksida besi, silika, dan titania. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap strategi pemanfaatan red mud sebagai sumber sekunder logam bernilai, sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah berkelanjutan.
Kata kunci: bauksit, leaching, pelarut asam, red mud, XRF