ECO-TECH: PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN GAS METANA DARI LIMBAH RUMAH TANGGA KOSAKA (KOL, SAWI, KANGKUNG) DENGAN CAMPURAN MOLASE DAN FESES SAPI BERBASIS IOT

Penulis

  • Athfi Ahmad Athfi Noor Laili MAS Tahfidz Yanbu'ul Qur'an Kudus
  • Abdur Rohman Addakhil MAS Tahfidz Yanbu’ul Qu’ran Kudus
  • Muhammad Amirul Falah MAS Tahfidz Yanbu’ul Qu’ran Kudus
  • Shafa Syuhada MAS Tahfidz Yanbu’ul Qu’ran Kudus
  • Azam Annadhif Abdillah MAS Tahfidz Yanbu’ul Qu’ran Kudus

DOI:

https://doi.org/10.36499/psnst.v15i1.14652

Abstrak

Permasalahan dalam pengelolaan sampah saat ini masih menjadi isu utama diberbagai belahan dunia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Bank Dunia, rata-rata sampah yang dihasilkan dalam tiap tahunya sekitar 1,3 miliar ton sampah secara global. Indonesia, yang menempati peringkat keempat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia yaitu sekitar 261,1 juta jiwa, menghadapi tantangan besar dalam mengelola sampah secara efektif. Sampah sayuran merupakan jenis sampah yang berpotensi dimanfaatkan dalam produksi biogas. Rumen sapi yang mengandung mikroorganisme bakteri metanogenik dan berperan dalam menguraikan senyawa organik dapat digunakan untuk menghasilkan gas metana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah organik rumah tangga seperti kol, sawi, dan kangkung (KoSaKa), jika dikombinasikan dengan molase dan kotoran sapi, dapat menghasilkan biogas berupa gas metana (CH₄). Selain itu, penggunaan sistem Internet of Things (IoT) yang berbasis sensor MQ-4, DHT11, dan mikrokontroler NodeMCU ESP 12-E terbukti efektif dalam memantau parameter fermentasi secara real time, seperti suhu, kelembapan, dan konsentrasi gas metana dalam digester. Produksi gas metana mencapai puncaknya pada hari ke-14 dengan konsentrasi 173.514,12 ppm (sekitar 72,30%). Selain itu, rentang suhu optimal 34–37°C dan kelembapan sekitar 85% mendukung pertumbuhan mikroorganisme metanogenik yang menghasilkan gas metana secara efisien. Namun, produksi gas mulai menurun setelah hari ke-15 karena tidak adanya penambahan bahan baru.

Kata kunci: Limbah Rumah Tangga, Gas Metana, Internet of Things

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-27

Cara Mengutip

Ahmad Athfi Noor Laili, A., Abdur Rohman Addakhil, Muhammad Amirul Falah, Shafa Syuhada, & Azam Annadhif Abdillah. (2025). ECO-TECH: PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN GAS METANA DARI LIMBAH RUMAH TANGGA KOSAKA (KOL, SAWI, KANGKUNG) DENGAN CAMPURAN MOLASE DAN FESES SAPI BERBASIS IOT. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi, 15(1), 425–432. https://doi.org/10.36499/psnst.v15i1.14652