PENGARUH SUHU AKTIVASI DAN KONSENTRASI H3PO4 PADA KARAKTERISTIK KARBON AKTIF BUAH MANGROVE: STUDI KADAR AIR DAN DAYA SERAP IOD
DOI:
https://doi.org/10.36499/psnst.v15i1.14622Abstract
Buah Mangrove (Sonneratia caseolaris) merupakan biomassa lignoselulosa yang jarang dimanfaatkan namun memiliki potensi tinggi sebagai bahan baku karbon aktif karena kandungan selulosa, hemiselulosa, dan ligninnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu aktivasi dan konsentrasi aktivator H3PO4 buah Mangrove (Sonneratia caseolaris) terhadap kualitas karbon aktif. Kualitas karbon aktif dianalisis berdasarkan SNI No. 06-3730-1995 dan SII No. 0258-79 meliputi kadar air dan daya serap terhadap iodium. Penelitian ini dilakukan pada variabel bebas suhu aktivasi (60, 70, 80, 90, 100, 110°C) dan konsentrasi aktivator H3PO4 (10, 20, 30, 40, 50, 60%). Buah Mangrove (Sonneratia Caseolaris) dikarbonisasi menggunakan pirolisator dengan suhu pirolisis 300°C selama 6 jam dan didapatkan nilai rendemen karbon buah Mangrove sebesar 11,22%. Penelitian menunjukkan bahwa kualitas karbon aktif terbaik pada variasi suhu aktivasi diperoleh pada suhu 90°C dengan kadar air terendah sebesar 4,79% dan suhu 70°C dengan daya serap iodine tertinggi sebesar 233,723 mg/g. Sementara itu, pada variasi konsentrasi H₃PO₄, kadar air terendah pada konsentrasi H₃PO₄ 60% sebesar 0,29%, sedangkan daya serap iodine tertinggi sebesar 418,895 mg/g dicapai pada konsentrasi H₃PO₄ 20%. Kadar air karbon aktif telah memenuhi standar SNI dan SII. Meskipun daya serap iod belum memenuhi standar SNI hasilnya telah sesuai dengan standar SII.
Kata kunci: karbon aktif, mangrove, pirolisis, asam phospat (H3PO4)