Main Article Content
Abstract
Red skin Gnetum gnemon L. (melinjo) contains flavonoid and phenolic compounds and also has antioxidant activity. The chemical content of a plant can be affected by the environment in which it grows. This study aims to determine the antioxidant activity and to stipulated the total flavonoid and phenolic content of red melinjo skin extracts from three growing places. Red melinjo skin were extracted with 70% ethanol using ultrasonic method. Determination of antioxidant using the DPPH method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) with ascorbic acid as a standard and measured spectrophotometrically at a wavelength of 516 nm. The IC50 value was calculated by linear regression analysis between the concentration series and % inhibition. Determination of total flavonoid content using AlCl3 reagent with quercetin as a standard, meanwhile total phenolic content using Folin-ciocalteu reagent with gallic acid as a standard. Both measurements were carried out spectrophotometrically. IC50 value, total flavonoid and phenolic content were analyzed statistically by One Way Anova, continued with the Post Hoc Bonferroni. The results of antioxidant activity obtained IC50 values in the lowlands of 84.87±0.211 µg/mL, mediumlands 76.39±0.159 µg/mL and highlands 70.46±0.548 µg/mL. The total flavonoid and phenolic content increased along with height grow. The total flavonoid and phenolic content obtained from the highlands was 9.82±0.053 mgQE/g and 39.21±0.361 mgGAE/g. The antioxidant activity of red melinjo skin extracts from various height grow had a strong category (IC50 50-100 g/mL) and statistical results showed significant differences in IC50 value with total flavonoid and phenolic content.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
- Dewi, C., Utami, R., & Riyadi, N.H. (2012). Aktivitas antioksidan dan antimikroba ekstrak melinjo (Gnetum gnemon L.). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. 5(2). 74-81. https://doi.org/10.20961/jthp.v0i0.13554
- Fatchurrozak, Suranto, & Sugiyarto. (2013). Pengaruh ketinggian tempat terhadap kandungan vitamin C dan zat antioksidan pada buah Carica pubescens di dataran tinggi Dieng. El-Vivo. 1(1). 24-31. ISSN:2339-1901
- Harborne, J. B. 1987. Metode fitokimia: penuntun cara modern menganalisis tumbuhan. ITB. Bandung.
- Kunarto, B., & Iswoyo. 2020. Ekstraksi kulit melinjo merah (Gnetum gnemon L.) berbantu gelombang ultrasonik. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Hijau. 15. Hal. 255-263.
- Kusmiati, A., Haryani, T.S., & Triastinurmiatiningsih. (2019). Aktivitas ekstrak etanol 96% kulit biji melinjo (Gnetum gnemon) sebagai antibakteri Salmonella enteritidis. Ekologia: Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup. 19(1). 27-33. https://doi.org/10.33751/ekol.v19i1.1659
- Ngatimin, S. N. A., Nawisah, Satriani, Rahma, Ahmad, Y., & Rachmat, T. 2020. Perlindungan tanaman sayuran dataran tinggi. Fawwaz Media Cipta. Yogyakarta.
- Safitri, I., Nuria, M.C., & Puspitasari, A.D. (2018). Perbandingan kadar flavonoid dan fenolik total ekstrak metanol daun beluntas (Pluchea indicia L.) pada berbagai metode ekstraksi. Inovasi Teknik Kimia. 3(1). 31-36. https://doi.org/10.31942/inteka.v3i1.2123
- Saifudin, A., Viesa, R., & Hilwan, Y.T. 2011. Standarisasi bahan obat alam. Graha Ilmu. Yogyakarta.
- Sani, E.Y., & Kunarto, B. (2017). Ekstraksi antosianin kulit melinjo merah dan stabilitas warnanya pada berbagai lama pemanasan. Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi. 1(2). 33-36. https://doi.org/10.26623/jprt.v13i2.928
- Saragih, R., Giggario, H.Y., Tamizi, E, H., Amalia, Y., & Latifa, H. 2018. Karakteristik teh kulit melinjo warna merah dan hijau. Prosiding Technopex. 10. Hal. 1-6.
- Sarker, S.D., & Nahar, L. 2012. Natural products isolation. Third edition. Humana Press. Hertfordshire.
- Sayuti, K., & Rina, Y. 2015. Antioksidan alami dan sintetik. Andalas University Press. Padang.
- Siregar, Y.D.I., & Utami, P. (2014). Pemanfaatan ekstrak kulit melinjo merah (Gnetum gnemon) sebagai pewarna alami pembuatan lipstik. Jurnal Kimia Valensi. 4(2). 98-108. https://doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3607
- Suharyanto, & Prima, D. A. N. (2020). Penetapan kadar flavonoid total pada juice daun ubi jalar ungu (Ipomea batatas L.) yang berpotensi sebagai hepatoprotektor dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Cendekia Journal of Pharmacy. 4(2). 110-119. https://doi.org/10.31596/cjp.v4i2.89
- Tanamal, M. T., Papilaya, P. M., & Smith, A. (2017). Kandungan senyawa flavonoid pada daun melinjo (Gnetum gnemon L.) berdasarkan perbedaan tempat tumbuh. Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan. 3(2). 142-147. https://doi.org/10.30598/biopendixvol3issue2page142-147
- Utomo, D.S., Kristiani, E.B.E., & Mahardika, A. (2020). Pengaruh lokasi tumbuh terhadap kadar flavonoid, fenolik, klorofil, karotenoid dan aktivitas antioksidan pada tumbuhan pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis). Bioma. 22(2). 143-149. https://doi.org/10.14710/bioma.22.2.143-149
- Winarsi, H. 2007. Antioksidan alami dan radikal bebas. Kanisius. Yogyakarta.
- Yasmin, Atika, 2018. Efek ekstrak etanolik kulit buah melinjo (Gnetum gnemon L.) terhadap migrasi sel pada sel kanker payudara 4T1. Skripsi. Universitas Gadjah Mada.
- Yuliani, Soemarno, Yanuwiadi, B., & Leksono, A.S. (2015). The Relationship between Habitat Altitude, Enviromental Factors and Morphological Characteristics of Pluchea Indica, Ageratum Conyzoides and Elephantopus Scaber. OnLine Journal of Biological Sciences. 15(3). 143-151. doi:10.3844/ojbsci.2015.143.151
- Yuslianti, E.R., Faramayuda, F., Juliastuti, H., Rakhmat, I.I., & Handayani, D.R. 2019. Prinsip dasar pemeriksaan radikal bebas dan antioksidan. Deepublish. Yogyakarta.
References
Dewi, C., Utami, R., & Riyadi, N.H. (2012). Aktivitas antioksidan dan antimikroba ekstrak melinjo (Gnetum gnemon L.). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. 5(2). 74-81. https://doi.org/10.20961/jthp.v0i0.13554
Fatchurrozak, Suranto, & Sugiyarto. (2013). Pengaruh ketinggian tempat terhadap kandungan vitamin C dan zat antioksidan pada buah Carica pubescens di dataran tinggi Dieng. El-Vivo. 1(1). 24-31. ISSN:2339-1901
Harborne, J. B. 1987. Metode fitokimia: penuntun cara modern menganalisis tumbuhan. ITB. Bandung.
Kunarto, B., & Iswoyo. 2020. Ekstraksi kulit melinjo merah (Gnetum gnemon L.) berbantu gelombang ultrasonik. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Hijau. 15. Hal. 255-263.
Kusmiati, A., Haryani, T.S., & Triastinurmiatiningsih. (2019). Aktivitas ekstrak etanol 96% kulit biji melinjo (Gnetum gnemon) sebagai antibakteri Salmonella enteritidis. Ekologia: Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup. 19(1). 27-33. https://doi.org/10.33751/ekol.v19i1.1659
Ngatimin, S. N. A., Nawisah, Satriani, Rahma, Ahmad, Y., & Rachmat, T. 2020. Perlindungan tanaman sayuran dataran tinggi. Fawwaz Media Cipta. Yogyakarta.
Safitri, I., Nuria, M.C., & Puspitasari, A.D. (2018). Perbandingan kadar flavonoid dan fenolik total ekstrak metanol daun beluntas (Pluchea indicia L.) pada berbagai metode ekstraksi. Inovasi Teknik Kimia. 3(1). 31-36. https://doi.org/10.31942/inteka.v3i1.2123
Saifudin, A., Viesa, R., & Hilwan, Y.T. 2011. Standarisasi bahan obat alam. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Sani, E.Y., & Kunarto, B. (2017). Ekstraksi antosianin kulit melinjo merah dan stabilitas warnanya pada berbagai lama pemanasan. Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi. 1(2). 33-36. https://doi.org/10.26623/jprt.v13i2.928
Saragih, R., Giggario, H.Y., Tamizi, E, H., Amalia, Y., & Latifa, H. 2018. Karakteristik teh kulit melinjo warna merah dan hijau. Prosiding Technopex. 10. Hal. 1-6.
Sarker, S.D., & Nahar, L. 2012. Natural products isolation. Third edition. Humana Press. Hertfordshire.
Sayuti, K., & Rina, Y. 2015. Antioksidan alami dan sintetik. Andalas University Press. Padang.
Siregar, Y.D.I., & Utami, P. (2014). Pemanfaatan ekstrak kulit melinjo merah (Gnetum gnemon) sebagai pewarna alami pembuatan lipstik. Jurnal Kimia Valensi. 4(2). 98-108. https://doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3607
Suharyanto, & Prima, D. A. N. (2020). Penetapan kadar flavonoid total pada juice daun ubi jalar ungu (Ipomea batatas L.) yang berpotensi sebagai hepatoprotektor dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Cendekia Journal of Pharmacy. 4(2). 110-119. https://doi.org/10.31596/cjp.v4i2.89
Tanamal, M. T., Papilaya, P. M., & Smith, A. (2017). Kandungan senyawa flavonoid pada daun melinjo (Gnetum gnemon L.) berdasarkan perbedaan tempat tumbuh. Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan. 3(2). 142-147. https://doi.org/10.30598/biopendixvol3issue2page142-147
Utomo, D.S., Kristiani, E.B.E., & Mahardika, A. (2020). Pengaruh lokasi tumbuh terhadap kadar flavonoid, fenolik, klorofil, karotenoid dan aktivitas antioksidan pada tumbuhan pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis). Bioma. 22(2). 143-149. https://doi.org/10.14710/bioma.22.2.143-149
Winarsi, H. 2007. Antioksidan alami dan radikal bebas. Kanisius. Yogyakarta.
Yasmin, Atika, 2018. Efek ekstrak etanolik kulit buah melinjo (Gnetum gnemon L.) terhadap migrasi sel pada sel kanker payudara 4T1. Skripsi. Universitas Gadjah Mada.
Yuliani, Soemarno, Yanuwiadi, B., & Leksono, A.S. (2015). The Relationship between Habitat Altitude, Enviromental Factors and Morphological Characteristics of Pluchea Indica, Ageratum Conyzoides and Elephantopus Scaber. OnLine Journal of Biological Sciences. 15(3). 143-151. doi:10.3844/ojbsci.2015.143.151
Yuslianti, E.R., Faramayuda, F., Juliastuti, H., Rakhmat, I.I., & Handayani, D.R. 2019. Prinsip dasar pemeriksaan radikal bebas dan antioksidan. Deepublish. Yogyakarta.