Main Article Content
Abstract
Penelitian ini menganalisis keterlibatan Tentara Wanita Indonesia dalam operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Female Engagement Team (FET) pada Batalyon Gerak Cepat Kontingen Garuda XXXIX di Republik Demokratik Kongo periode 2018–2022. Penelitian ini berfokus pada peran FET dalam mendukung pelaksanaan mandat MONUSCO, khususnya perlindungan warga sipil dan pendekatan berbasis gender di wilayah konflik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka. Analisis penelitian menggunakan konsep Peacekeeping Operations serta kerangka Women, Peace and Security (WPS) untuk menjelaskan peran strategis perempuan dalam misi perdamaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FET memiliki fungsi yang berbeda dari personel laki-laki, terutama dalam menjangkau kelompok masyarakat yang sulit diakses, seperti perempuan dan anak perempuan korban konflik. Melalui kegiatan Civil-Military Coordination (CIMIC), FET melaksanakan tiga program utama, yaitu Smart Library, Psychological Treatment, dan Medical Assistance, yang berkontribusi signifikan terhadap efektivitas misi dan diplomasi pertahanan Indonesia. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian WPS dengan menunjukkan bagaimana FET berfungsi sebagai instrumen operasional implementasi agenda WPS dalam misi perdamaian PBB.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.