Main Article Content

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui manajemen diri yang baik. Salah satu faktor yang berperan penting dalam mendukung manajemen diri penderita hipertensi adalah fungsi perawatan kesehatan keluarga. Meskipun manajemen diri penting, penelitian sebelumnya belum banyak mengkaji peran fungsi keluarga dalam mendukung manajemen diri di tingkat layanan primer (Puskesmas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran fungsi perawatan kesehatan keluarga dalam meningkatkan manajemen diri penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pringapus. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 86 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner fungsi perawatan kesehatan keluarga dan Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ-40). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square karena untuk menguji hubungan antara dua variabel berskala kategorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki fungsi perawatan kesehatan keluarga kategori tinggi (38,4%) dan manajemen diri kategori cukup (39,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi perawatan kesehatan keluarga dengan manajemen diri penderita hipertensi. Implikasi dari hasil ini menunjukkan bahwa perawat komunitas perlu melibatkan keluarga secara aktif sebagai bagian dari intervensi asuhan keperawatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik fungsi perawatan kesehatan keluarga, semakin baik pula manajemen diri penderita hipertensi. Oleh karena itu, peran aktif keluarga dan dukungan tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengendalian hipertensi dan mencegah terjadinya komplikasi.

Keywords

fungsi perawatan kesehatan keluarga, hipertensi, manajemen diri fungsi perawatan kesehatan keluarga hipertensi manajemen diri

Article Details

References

  1. Ahyar, H., Andriani, H., Sukmana, D.J., Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif & kuantitatif (Issue March).
  2. Annisa, A., Surjoputro, A., & Widjanarko, B. (2024). Dampak dukungan sosial dan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan hipertensi pada pasien hipertensi: Literature review. Jurnal Ners, 8(1), 254–261. https://doi.org/10.31004/jn.v8i1.21773
  3. Friedman, M. M., Bowden, V. R., & Jones, E. G. (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset, Teori, dan Praktik. Jakarta: EGC.
  4. Harmoko. (2012). Asuhan Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  5. Hutagalung, R. (2021). Dukungan keluarga pada pasien penyakit kronis. Jurnal Keperawatan Klinis, 8(2), 95–103.
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana Hipertensi. Jakarta: Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular.
  7. Mahboubi, M., et al. (2021). Family support and hypertension self-care behavior. BMC Public Health, 21(1), 1–9.
  8. Mariana, S. R. I., & Simanullang, P. (2019). Self Management Pasien Hipertensi Di Rsup H. Adam Malik Medan. Stikes Elisabeth Medan.
  9. McManus, R. J., Mant, J., Bray, E. P., Holder, R., Jones, M. I., Greenfield, S., & Hobbs, F. D. R. (2010). Telemonitoring and self-management in the control of hypertension (TASMINH2): A randomized controlled trial. The Lancet, 376(9736), 163–172. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(10)60964-6
  10. Dorothea Orem. (2001). Nursing: Concepts of Practice. St. Louis: Mosby.
  11. P2PTM Kementerian Kesehatan RI. (2023). Faktor risiko hipertensi. http://p2ptm.kemkes.go.id
  12. Ramadhani, A. I., et al. (2024). Hubungan fungsi keluarga dengan manajemen diri penderita hipertensi. Jurnal Keperawatan Keluarga, 9(1), 55–64.
  13. Riskesdas. (2018). Badan penelitian dan pengembangan kesehatan Kementerian RI tahun 2018.
  14. Silvinasari, I. A., et al. (2024). Fungsi afektif keluarga dan manajemen diri lansia hipertensi. Jurnal Keperawatan Geriatri, 5(1), 22–31.
  15. Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
  16. Swarjana, I. K. (2015). METODOLOGI PENELITIAN KESEHATAN (EDISI REVISI) (Monica Bendatu (ed.); 2 ed.). ANDI OFFEST.
  17. Vermita Warlenda, S., Maharani, R., & Persada, I. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pasien usia produktif (18-64 tahun) di wilayah kerja puskesmas Garuda Kota Pekanbaru. Journal of Hospital Management and Health Sciences, 4(1), 14–23. http://journal.al-matani.com/index.php/jhmhs/article/view/507