Isi Artikel Utama

Abstrak

Anemia pada ibu hamil adalah kondisi ketika kadar hemoglobin <11 g/dL, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti prematuritas, berat bayi lahir rendah, dan keguguran. Penyebab utama adalah defisiensi zat besi akibat asupan gizi yang tidak seimbang dan rendahnya kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Secara global, anemia ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan dengan prevalensi 35,5% menurut WHO (2023), sementara menurut Survei Kesehatan Indonesia sebanyak 27,7% pada tahun 2023. Di Jawa Tengah, prevalensinya mencapai 57,1%, dan di Kabupaten Semarang sebesar 12,84%. Studi pendahuluan di Puskesmas Leyangan menemukan bahwa sebagian ibu hamil memiliki pemahaman yang kurang mengenai anemia dan tidak rutin mengonsumsi tablet Fe.Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan gizi pada ibu hamil dengan kejadian anemia. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 44 responden berupa ibu hamil trimester III di wilayah Puskesmas Leyangan yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data berjenis data primer, yang diambil melalui pengisian kuesioner. Hasil: Analisis univariat mendapatkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan tentang gizi ibu hamil dalam kategori baik (68,2%) dan Sebagian besar mengalami anemia (59,1%). Uji bivariat dilakukan dengan menggunakan Uji Chi-square dengan hasil berupa p-value sebesar 0,256. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang gizi dan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Puskesmas Leyangan, Kabupaten Semarang.

Rincian Artikel

Referensi

  1. Diah Safitri dan Erin Padilla Siregar, (2023), Hubungan Pengetahuan dan Status Gizi Ibu Hamil Terhadap Kejadian Anemia di Klinik Sari Mutiara Tandem Kabupaten Deli Serdang Tahun 2023. J Ris Ilmu Kesehat Umum dan Farm, 1(4):86-90. doi:10.57213/jrikuf.v1i4.115
  2. Emiliana dan Widyawati, (2023), Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Anemia terhadap Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Fe di Puskesmas Leyangan Kabupaten Semarang. Midwifery Sci Care J, 1(2):29-36.
  3. Eugenia M, Dadi H, Amartyan Yuana N, et al., (2024), Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat – Penyuluhan Gizi tentang Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Nogosari Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah. EmaSS J Pengabdi Kpd Masy. ;6(2):10-13.https://ejurnal2.poltekkestasikmalaya.ac.id/index.php/emass
  4. Haider, B. A., & Bhutta, Z. A., (2017), Multiple-micronutrient supplementation for women during pregnancy. Cochrane Database of Systematic Reviews, (4).
  5. Khan, M. A., Fuentes-Afflick, E., & López-De Fede, A., (2018), Adherence to iron supplementation among pregnant women: a systematic review, Journal of Nutrition and Metabolism.
  6. Laili W, Novianty A., (2024), Hubungan Pengetahuan dan Status Gizi Ibu dengan Anemia Kehamilan di Puskesmas Johar Baru, Jakarta Pusat. J Ilmu Gizi dan Diet. 3(4):306-311. doi:10.25182/jigd.2024.3.4.306-311
  7. Lokare P, Gattani P, Karanjekar V, Kulkarni A., (2012), A study of prevalence of anemia and sociodemographic factors associated with anemia among pregnant women in Aurangabad city, India. Ann Niger Med. (1):30. doi:10.4103/0331-3131.100213.
  8. Nguyen, P. H., Avula, R., Ruel, M. T., Semba, R. D., & Kim, S., (2020), Maternal and child nutrition in Southeast Asia: challenges and opportunities, Food and Nutrition Bulletin, 41(4), 495-510.
  9. Paramastri R, Hsu CY, Lee HA, Lin LY, Kurniawan AL, Chao JCJ., (2021), Association between dietary pattern, lifestyle, anthropometric status, and anemia-related biomarkers among adults: A population-based study from 2001 to 2015, Int J Environ Res Public Health, 18(7):1-15. doi:10.3390/ijerph18073438
  10. Pendidikan T, Antara H, Pendidikan T, et al. Pendidikan, pengetahuan, ibu hamil, anemia dalam kehamilan. Published online 2024.
  11. Rahman RA, Idris IB, Isa ZM, Rahman RA., (2022), The effectiveness of a theory-based intervention program for pregnant women with anemia: A randomized control trial. PLoS One, 1-16. doi:10.1371/journal.pone.0278192
  12. Rizani A., (2020), Determinan Anemia dalam Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk I Kabupaten Banjar Tahun 2019, 11(1):12-20.
  13. Rismawati S, Rohmatin E., (2018), Analisis Penyebab Terjadinya Anemia pada Ibu Hamil. Media Inf, 14(1):51-57. doi:10.37160/bmi.v14i1.168
  14. Sirenden EC, Afni N, Ansar M., (2021), Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi. J Kolaboratif Sains, 1-9. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/984.
  15. Smith, L. C., Ruel, M., & Ndiaye, A., (2019), Why is child malnutrition lower in urban than in rural areas Evidence from 36 developing countries, World Development, 30(8), 1295-1314
  16. Solar, O., & Irwin, A., (2010), A conceptual framework for action on the social determinants of health. Social Determinants of Health Discussion Paper 2 (Policy and Practice), World Health Organization.
  17. Sumiyati, Jusuf EC, Aminuddin, Rachmat M., (2021), Determinant of anemia in pregnancy at Polewali Mandar District, South Sulawesi, Indonesia. Gac Sanit, 35:S319-S321. doi:10.1016/j.gaceta.2021.10.044
  18. Tanziha I, Utama LJ, Rosmiati R. Faktor Risiko Anemia Ibu Hamil di Indonesia. J Gizi dan Pangan. 2016;11(2):143-152. doi:10.25182/jgp.2016.11.2.%p
  19. Wibowo N, Rima I, Rabbania H., (2021), Anemia Defisiensi Besi pada Kehamilan, https://www.pogi.or.id/wp-content/uploads/download-manager-files/Anemia Defisiensi Besi Pada Kehamilan.pdf
  20. Wulansari A, Ramadhani S, Rahmawati F, Zafira Z, Dewi FS., (2022), Gerakan “ATIKA Makanan Ibu Hamil di Puskesmas Tungkal II Kabupaten Tanjung Jabung Barat. J Abdimas Kesehat, 4(3):341. doi:10.36565/jak.v4i3.18.