Main Article Content
Abstract
Bank Sampah Lumintu adalah sebuah lembaga berbasis komunitas yang berlokasi di Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Berdiri sejak tahun 2015, Bank Sampah ini memiliki misi untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sekaligus menyediakan alternatif tabungan berbasis sampah anorganik. Berdasarkan hasil diskusi dan identifikasi langsung bersama pengurus Bank Sampah Lumintu, telah ditemukan permasalahan pengelolaan keuangan yang manual dan sampah yang tidak bernilai tambah untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan kegiatan ekonomi berbasis lingkungan yang dilakukan oleh lembaga ini. Permasalahan ini menyebabkan lemahnya akuntabilitas internal, sulitnya melakukan evaluasi berkala, serta menghambat pengembangan usaha karena tidak ada informasi keuangan yang dapat dianalisis secara kuantitatif. Solusi difokuskan pada peningkatan kapasitas, pendampingan teknis, serta pengembangan sistem sederhana namun berkelanjutan yang dapat diterapkan oleh mitra secara mandiri pasca-pengabdian. Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pelatihan literasi keuangan yang kontekstual, sederhana, dan praktis sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan tata kelola keuangan lembaga ekonomi rakyat. Selain itu, pendampingan pasca-pelatihan menjadi faktor penting untuk memastikan implementasi berjalan dengan baik. Temuan dan pengalaman tersebut menjadi dasar pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Bank Sampah Lumintu.