Main Article Content

Abstract

UKM Dadi Prayogo Farm merupakan usaha peternakan domba yang telah menerapkan metode silase untuk menjaga kualitas pakan, namun masih menghadapi kendala pada proses pencacahan yang dilakukan secara manual, keterbatasan alat fermentasi, serta belum optimalnya pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi pakan dan pengelolaan limbah melalui penerapan mesin pencacah multifungsi. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, analisis kebutuhan, perancangan, pembuatan, pengujian, hingga implementasi dan pelatihan penggunaan alat kepada mitra. Mesin yang dikembangkan menggunakan motor diesel berdaya 6 PK dengan kecepatan maksimum 3600 rpm, dilengkapi rangka besi kanal L berukuran 60×45×65 cm, dua pisau pemotong bongkar-pasang, serta dua pasang penghancur tambahan berupa 12 sirip. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin memiliki kapasitas pencacahan sebesar 128 kg/jam dengan ukuran cacahan yang relatif homogen, yaitu 0,5–3 cm, yang sesuai untuk mendukung proses fermentasi silase dan meningkatkan kecernaan pakan ternak. Penerapan mesin ini mampu meningkatkan kapasitas produksi pakan dari sekitar 5–6 kg/jam  pada metode manual menjadi 128 kg/jam, atau meningkat lebih dari 20 kali lipat, dengan waktu pencacahan rata-rata 42,18 detik per kilogram. Peningkatan ini menunjukkan efisiensi waktu yang signifikan dibandingkan proses manual yang tidak kontinu, sehingga mampu mempercepat penyediaan pakan serta meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

Article Details